Busan Eyeholic & Nail pengalaman manikur menyimpan suasana perjalanan di ujung jarimu
Jufy
3 days ago
Setiap kali ke luar negeri, aku selalu ingin membawa pulang sesuatu yang “khusus untuk perjalanan ini”, tapi suvenir seringnya setelah dibeli malah disimpan di lemari. Kali ini ke Busan, aku pikir, gimana kalau sekalian nail art saja, setidaknya bisa dilihat setiap hari. Jadi aku booking manicure warna solid untuk tangan di Creatrip di Eyeholic Nail, berikut pengalaman dan foto asliku hari itu.
Aku reservasi lewat Creatrip, pilih paket “manicure warna solid untuk tangan, 60 sampai 90 menit”. Aku pilih booking lewat platform terutama karena takut kendala bahasa kalau langsung datang, jadi harga dan detail layanan bisa dilihat dulu, lebih tenang.
Tapi perlu diingat, durasi 60 sampai 90 menit itu hanya perkiraan, kenyataannya tergantung model dan kondisi hari itu. Aku sendiri sengaja mengosongkan jadwal sebelum dan sesudah manicure, tidak pasang janji berikutnya, dan ternyata itu pilihan yang tepat, jadi selama prosesnya tidak perlu terus-terusan lihat jam.
Suasana di dalam toko
Kesan pertama saat masuk adalah terang dan bersih, nuansanya putih dipadu warna kayu natural, lampunya lembut, begitu duduk langsung terasa rileks. Yang paling bikin aku berhenti adalah satu dinding penuh cat gel. Dari kuning, oranye, merah, sampai hijau, biru, ungu, dan warna-warna gelap, tersusun rapi baris demi baris. Di meja bawahnya juga ada kartu warna dan rak contoh desain, jadi bisa lihat sambil pilih.

Aku bahkan lama banget cuma buat pilih warna. Mau mengingatkan juga, warna yang terlihat di botol dan yang muncul di kuku biasanya akan sedikit berbeda, jadi paling aman bandingkan langsung dengan kartu warna, atau minta nail artist-nya coba swatch untuk dilihat. Kalau kamu juga gampang bingung pilih, saran aku tentukan dulu mau tone hangat atau tone dingin, kalau tidak, bisa berdiri lama di depan dinding warna. Warna terakhir yang kupilih: biru muda.
Di sisi lain toko ada area kecil untuk minum kopi dan air, ada mesin kopi, gelas kertas, dan beberapa camilan kecil. Di sebelahnya ada wastafel, semua perlengkapannya ditata rapi. Lebih ke dalam lagi, ada dua sofa warna beige dengan tempat rendam kaki, kelihatannya juga bisa untuk perawatan kaki, tapi kali ini aku cuma perawatan tangan jadi tidak coba. Saat menunggu sambil memperhatikan detail-detail ini, terasa banget tokonya peduli soal kebersihan dan kerapian.


Proses pengerjaan
Setelah duduk, nail artist-nya mulai dengan merapikan kutikula dan membentuk kuku, gerakannya teliti banget. Tanganku diletakkan di bantal tangan berbahan kulit, pada dasarnya aku tinggal rileks dan biarkan dia mengerjakan. Kami pakai aplikasi terjemahan, dan aku juga menunjukkan foto referensi.

Setelah diwarnai, tangan harus dimasukkan ke lampu LED untuk mengeringkan dan mengunci gel, di foto itu lingkaran cahaya biru-ungu adalah lampunya. Setiap lapisan gel harus disinar, jadi prosesnya akan diulang beberapa kali. Durasi tiap kali tidak lama, dan aku tidak merasa tidak nyaman. Di sela-sela menunggu, aku main ponsel atau lihat-lihat warna di dinding, waktu terasa lebih cepat dari yang kukira.

Secara keseluruhan, kesan terbesarku adalah ritmenya nyaman. Nail artist-nya tidak terburu-buru, aku juga tidak harus terus ngobrol, aku duduk tenang, melihat kukuku berubah sedikit demi sedikit.
Buatku, ini jadi “kebahagiaan kecil” di tengah perjalanan. Tidak perlu sengaja meluangkan setengah hari, juga tidak butuh persiapan yang ribet, cukup cari satu siang di antara waktu jalan-jalan dan makan, untuk melakukan sesuatu kecil buat diri sendiri. Setelah pulang, setiap hari melihat warna di tangan, aku jadi ingat suasana duduk di toko hari itu. Dibanding membawa pulang banyak suvenir yang akhirnya berdebu, menurutku ini lebih terasa manfaatnya.
Untuk wisatawan yang ingin coba
1. Reservasi lebih awal: lewat platform kamu bisa cek layanan dan harga lebih dulu, apalagi saat musim ramai, lebih baik booking dari jauh hari.
2. Sediakan waktu lebih longgar: durasi layanan bisa lebih lama dari perkiraan, jangan susun itinerary terlalu padat, dan jangan mepet dengan jadwal kejar transportasi.
3. Tentukan tone warna dulu: pilihan warna di dinding banyak sekali, kalau sudah punya arah akan lebih mudah memilih.
4. Siapkan foto referensi: kalau ada desain yang kamu mau, simpan fotonya di ponsel dan tunjukkan ke nail artist, cara komunikasinya paling jelas.
5. Perawatan setelah selesai: beberapa hari pertama hindari mencongkel benda keras pakai kuku, dan pakai sarung tangan saat beres-beres rumah supaya hasilnya lebih awet.
Busan punya pemandangan laut yang tidak ada habisnya dan kuliner yang rasanya tidak bakal selesai dicoba, tapi sesekali memperlambat langkah, menyisihkan satu sore yang tenang untuk diri sendiri, itu juga bagian dari perjalanan. Lain kali ke Busan, kalau kamu juga ingin membawa pulang kenangan yang benar-benar hanya milik perjalanan ini, coba masukkan manicure ke itinerary. Semoga tulisan ini membantu.