Jalan-jalan 5 Hari di Seoul | Menelusuri Setiap Sudut Romantis Jalanan dari K-Drama
oo
15 days ago
Perjalanan ke Seoul, Korea Selatan, ini sudah lama banget aku nantikan. Aku tidak mengisi jadwal dengan lari-larian tanpa henti, aku hanya ingin menikmatinya pelan-pelan menyusuri jalanan dan gang-gang kota, sambil merasakan vibe santai khas Seoul.
Setelah mendarat di Bandara Incheon, hal pertama yang aku lakukan adalah mengambil kartu SIM SKT yang sudah aku beli sebelumnya. Karena pakai ponsel dual-SIM, aku tetap memasang SIM dari negaraku untuk menerima SMS, lalu memakai SIM Korea untuk data dan panggilan lokal. Dipasangkan dengan kartu transportasi T-money, rasanya langsung jauh lebih gampang untuk keliling. Aku naik subway ke guesthouse-ku di Hapjeong, dan pemandangan di luar jendela perlahan berubah dari area bandara yang lapang menjadi deretan gedung, antusiasmeku langsung naik.
Hari 1 Hongdae + Taman Hangang
Sore harinya, aku langsung menuju Hongdae, hotspot tempat anak muda berkumpul. Jalanannya dipenuhi butik kekinian dan toko baju dengan harga terjangkau, dan kamu sering melihat busker bernyanyi sambil main gitar, suasananya hidup banget. Aku mampir santai ke lapak street food dan pesan sup fish cake dan Tteokbokki. Saus manis pedas yang melapisi kue berasnya rasanya persis seperti yang sering kamu lihat di K-drama. Saat langit makin gelap, aku berjalan ke Taman Hangang Hapjeong. Dengan angin Sungai Han menyapu wajah, aku melihat warga lokal piknik di rumput, beberapa menggelar tikar dan menonton matahari terbenam. Duduk diam sambil memandang sungai dan cahaya senja, semua lelah perjalanan langsung hilang.

Hari 2 Istana Gyeongbok + Desa Bukchon Hanok + Samcheong-dong
Pagi harinya, aku berganti memakai Hanbok lalu masuk ke Istana Gyeongbok. Dinding merah dan genteng atap gelap berpadu dengan latar pegunungan biru kehijauan di kejauhan, atmosfer historisnya langsung terasa luar biasa. Di sini kamu bisa belajar tentang sejarah istana kerajaan Korea, dan jalan-jalan memakai Hanbok bikin setiap foto spontan terlihat keren. Setelah keluar dari Istana Gyeongbok, aku berjalan ke Desa Hanok Bukchon. Rumah-rumah tradisional Hanok dibangun mengikuti lereng bukit, gang-gangnya berkelok-kelok, dan banyak sudut yang menyimpan kafe kecil yang cantik. Aku lanjut berjalan santai sampai Samcheong-dong, suasananya tenang dan artsy, dengan galeri kecil dan toko dessert yang rapi tersebar di sana-sini. Cocok banget untuk jalan pelan dan istirahat ngopi.

Hari 3 Seongsu-dong
Seongsu-dong adalah tempat favoritku di perjalanan ini. Ini distrik kreatif yang dibentuk dari pabrik-pabrik lama yang direnovasi, dengan bangunan bergaya industrial dan banyak toko yang fokus desain. Toko pilihan (select shop), toko parfum, dan ruang seni berjajar, dan setiap tempat punya karakter yang berbeda. Di sepanjang jalan juga ada banyak kafe terkenal, dengan interior yang bersih dan terasa premium. Saat capek, aku menemukan kafe kecil untuk duduk, pesan sepotong kue, dan menikmati keseharian artsy anak muda Seoul. Tidak seramai Myeongdong, jadi jauh lebih enak untuk pelan-pelan menemukan kejutan kecil di toko-toko mungil.

Hari 4 Myeongdong + N Seoul Tower
Siangnya, aku belanja di Myeongdong, tempat toko kosmetik dan spot kuliner berjejer rapat, dan kamu akan terus melihat staf penjualan dengan antusias memperkenalkan produk. Street food-nya juga super beragam, gopchang panggang dan hotteok gampang banget dibeli kapan saja untuk camilan cepat. Menjelang sore, aku menuju N Seoul Tower dan naik kereta gantung sampai ke atas. Dari sana, kamu bisa melihat seluruh skyline Seoul saat lampu-lampu kota perlahan menyala. Mengunci gembok cinta lalu memandang kota diterpa angin malam juga merupakan lokasi adegan K-drama yang klasik.

Hari 5 Itaewon + Hannam-dong
Itaewon penuh dengan vibe internasional yang beragam, dengan restoran dari berbagai negara dan bar unik yang tersembunyi di sepanjang jalan, ditambah arsitektur yang penuh karakter. Jalan pelan menanjak, toko-toko kecil di sepanjang rute terasa punya kepribadian masing-masing. Menjelang sore, aku pergi ke Hannam-dong, kawasan yang sedang naik daun belakangan ini. Ada butik-butik berdiri sendiri yang tampak rapi dengan interior simpel yang timeless, dan banyak content creator datang ke sini untuk foto-foto. Aku menikmati waktuku untuk melihat-lihat, lalu memilih suvenir untuk menutup perjalanan.

✨ Tips perjalanan praktis
1. Transportasi: jaringan subway Seoul sangat praktis. Aku merekomendasikan kartu T-money, kamu bisa tap di subway, bus, bahkan di minimarket, dan kamu juga bisa isi ulang di minimarket.
2. Konektivitas: kartu SIM SKT punya data yang stabil. Kalau kamu pakai ponsel dual-SIM, pertahankan SIM dari negara asal, dan ingat untuk mengaktifkan roaming internasional untuk nomor asalmu dari sebelumnya, kamu hanya membutuhkannya untuk menerima kode verifikasi.
3. Outfit: street style Seoul cenderung kasual dan minimal. Atasan bergaris, rok midi, dan topi baseball akan bikin kamu mudah menyatu.
4. Pembayaran: kebanyakan toko menerima kartu kredit, tapi sebaiknya tetap bawa sedikit uang tunai won Korea untuk toko kecil dan minimarket.
Perjalanan Seoul ini bukan soal terburu-buru mengejar daftar tempat wajib, tapi soal benar-benar menyerap energi keseharian kota. Jalanan Hongdae yang ramai, desa Hanok yang tenang, dan Seongsu-dong yang artsy, masing-masing meninggalkan jenis kenangan yang berbeda. Seoul punya hiruk-pikuk kota besar sekaligus romansa lembut yang terselip di gang-gang kecilnya, benar-benar layak dijelajahi dengan tempo yang lebih pelan.