Berbagi pengalaman di Hanyang Language School.
魚
5 days ago





Saya mendaftar term Musim Panas di Institut Bahasa Korea Universitas Hanyang pada Juni 2026. Seluruh proses pendaftaran lewat Creatrip berjalan sangat lancar. Mereka terus membantu sampai saya benar-benar pindah ke asrama, dan setiap update atau pemberitahuan dikirim ke email saya, jadi saya bisa mendapatkan informasi terbaru dengan cepat. Mereka bahkan membantu mengurus proses asrama juga, jadi rasanya sangat praktis dan menenangkan.
Alasan terbesar saya memilih Institut Bahasa Korea Universitas Hanyang sebenarnya karena saya ingin mendaftar program sarjana Universitas Hanyang di masa depan. Saya pikir saya bisa lebih dulu membangun pengalaman nyata belajar di kampus ini, dan sertifikat kelulusan institut bahasa juga bisa dipakai untuk pendaftaran sebagai dokumen pendukung yang kuat. Selain itu, saya punya sertifikat TOPIK Level 5, tapi saya tidak pernah benar-benar percaya diri dengan kemampuan berbicara, jadi saya merasa, sambil menunggu periode pendaftaran sekolah, akan pas sekali untuk ikut institut bahasa, meningkatkan kemampuan speaking, dan juga berteman dengan teman-teman dari berbagai negara!
Di awal ada tes penempatan, yang dibagi menjadi tes tulis dan wawancara, jadi tidak perlu terlalu tegang. Ini hanya untuk menilai level agar kamu bisa ditempatkan di kelas yang paling sesuai. Tes tulisnya model isi bagian kosong, jadi meskipun kamu belum pernah belajar sama sekali dan benar-benar nol dasar, tidak masalah walaupun kamu kosongkan! Untuk wawancara, kamu akan bertemu guru one-on-one di kelas terpisah, tatap muka. Rasanya mereka bertanya sesuai level. Karena speaking saya tidak terlalu kuat, saya terus bilang ke guru, “Saya tidak tahu XD.” Pada akhirnya, saya ditempatkan di Level 3, kelas sore. Kelas pagi vs sore ditentukan berdasarkan urutan pendaftaran, dan siswa yang pernah mengambil kelas lalu daftar ulang mendapat prioritas untuk jadwal yang diinginkan, setelah itu baru siswa baru.
Awalnya saya sedih karena terasa kelas sore menghabiskan seharian, tapi belakangan saya sadar itu justru sempurna untuk saya karena saya bisa bangun siang, cocok sekali untuk night owl seperti saya XD. Ada dua guru, satu mengajar Senin, Rabu, Jumat (guru utama), dan satunya mengajar Selasa, Kamis (guru pendamping). Mereka bergantian mengajar, dan kelas sepenuhnya menggunakan bahasa Korea. Para guru sangat sabar, mereka berbicara pelan dan memakai kosakata yang bisa kami pahami sesuai level. Setiap minggu mereka menanyakan apa yang kami lakukan minggu sebelumnya, mendorong kami untuk berbicara, dan sering bilang kalau kami tidak tahu sebuah kata, kami harus mencoba menjelaskannya saja. Lama-lama, saya berhenti takut membuat kesalahan, dan jadi terasa natural untuk menyampaikan apa yang ingin saya katakan dengan berbagai cara.
Selain ujian tengah semester dan ujian akhir yang biasa (listening, reading, speaking, writing), mendekati akhir term juga ada sesi presentasi speaking. Mereka memberi tahu untuk mulai menyiapkan sekitar saat ujian tengah semester selesai. Setiap orang menyiapkan presentasi sekitar tujuh menit dan menyampaikannya dengan PPT yang dibuat sendiri. Saya memilih memperkenalkan Taiwan. Setelah presentasi, guru akan mengajukan beberapa pertanyaan berdasarkan isi presentasi. Ini juga tidak perlu terlalu dikhawatirkan, anggap saja sebagai tantangan kecil dan tes cepat untuk kemampuan diri sendiri.
Karena saya tipe yang agak lama untuk akrab, saat pertama kali datang ke Korea dan selama satu bulan pertama setelah kelas dimulai, saya sebenarnya merasa cukup kesepian. Saya sering menangis diam-diam sendirian di asrama larut malam dan sangat ingin pulang. Tapi kemudian, saat saya makin dekat dengan teman-teman sekelas, kami mulai jalan-jalan, traveling, dan makan bersama, dan kami saling membantu latihan bahasa Korea (kami bahkan ngobrol pakai bahasa Korea terus, kalau dipikir-pikir sekarang rasanya masih agak menakjubkan!). Seiring waktu, saya jadi sangat sayang dengan semuanya, dan di hari terakhir, kami semua, termasuk para guru, menangis, hahaha.
Ini pengalaman yang sangat berharga. Bukan hanya kemampuan bahasa saya yang meningkat, tapi saya juga banyak berkembang sebagai pribadi. Ini pertama kalinya saya tinggal sendiri di luar negeri, dan itu membuat saya punya gambaran yang lebih jelas tentang seperti apa nanti kalau datang ke sini sendirian untuk kuliah, plus saya jadi bisa lebih siap. Bahkan kalau kamu belajar di sana murni karena kamu ingin, menurut saya ini tetap pengalaman yang luar biasa. Terima kasih untuk Creatrip yang begitu perhatian, jadi saya bisa menikmati pengalaman di institut bahasa ini tanpa rasa khawatir sama sekali!


