Jeju With Kids Without Driving: Our Family Trip
BAppa
4 days ago
Sebelum pergi ke Jeju, saya terus mendengar bahwa kami perlu menyewa mobil. Kami bepergian dengan anak berusia tujuh dan empat tahun, dan tidak ada dari kami yang ingin repot mengemudi, parkir, dan navigasi di tempat yang asing.
Kami masih bepergian terutama dengan mobil, tapi orang lain yang mengemudi. Kami menginap di Jeju City, menggunakan taksi biasa untuk perjalanan pendek dan memesan tur taksi pribadi delapan jam untuk hari utama berwisata kami. Itu memberi kami sebagian besar kenyamanan rental car tanpa harus menyetir sendiri.
Pengaturan itu berjalan sangat baik. Jeju memberi kami campuran sejarah, pemandangan vulkanik, pantai, museum dan makanan enak. Beberapa kenangan terkuat kami datang dari tempat yang tidak kami duga akan sangat kami sukai, terutama National Museum of Jeju, museum anak-anaknya yang luar biasa dan lanskap surealis yang terlihat melalui salah satu jendelanya.
Tinggal di Jeju City
Kami menginap di Hotel Shalom Jeju. Ini bukan resor, tapi nyaman, praktis, dan lokasinya cocok untuk kegiatan yang ingin kami lakukan.
Berada di Jeju City berarti kami dekat dengan bandara, restoran, toko serba ada, museum, dan Dongmun Traditional Market. Dengan anak kecil, itu berguna karena setiap keluar rumah tidak perlu menjadi ekspedisi seharian penuh.
Konsekuensinya, atraksi di Jeju tersebar di seluruh pulau. Tempat yang terlihat dekat di peta masih bisa membutuhkan cukup banyak waktu berkendara. Bagi keluarga kami, menginap di satu hotel dan memesan private taxi tour lebih masuk akal dibandingkan ganti akomodasi atau mencoba menyeberangi pulau dengan transportasi umum setiap hari.
Menjelajahi Jeju dengan Taksi Pribadi
Pada hari utama jalan-jalan kami, kami memesan tur delapan jam dengan Jeju Happy Taxi.
Sopir menjemput kami dari hotel dan mengantar kami ke tempat-tempat yang kami pilih. Kami tidak perlu mempelajari rute bus, mengatur perpindahan, atau terus-menerus menjelaskan mau ke mana. Kami bisa meninggalkan tas di dalam kendaraan dan mendinginkan diri dengan AC di antara pemberhentian, yang penting saat panas musim panas.
Keuntungan utama adalah fleksibilitas. Dengan anak-anak, bahkan rencana perjalanan yang matang bisa berubah cepat. Seseorang jadi lapar, seseorang perlu kamar kecil, atau semua orang kehabisan tenaga. Memiliki sopir pribadi berarti kami bisa menyesuaikan hari tanpa menimbulkan masalah logistik.
private taxi tour biayanya lebih tinggi daripada transportasi umum, tetapi untuk keluarga biayanya mungkin lebih mudah dibenarkan. Ini juga menghemat banyak waktu.
Sebelum memesan, ada baiknya memastikan total jumlah jam, apakah parkir dan tol sudah termasuk, apakah biaya masuk terpisah, dan bagaimana cara penghitungan biaya lembur.
Kami menemukan bahwa dua atau tiga atraksi besar sudah cukup untuk satu hari. Jeju lebih menyenangkan jika jadwalnya punya sedikit kelonggaran.
Jeju Folk Village

Jeju Folk Village sangat menarik, tapi tempatnya jauh lebih besar dari yang kami kira. Saat musim panas, electric vehicle benar-benar penting untuk keluarga kami.
Area ini terbentang di ruang luar yang luas, dengan rumah tradisional, bengkel, tembok batu dan bangunan desa. Menyusuri seluruh rute dengan anak kecil di cuaca panas pasti akan melelahkan. Tanpa electric vehicle, anak-anak kami mungkin sudah kelelahan sebelum kami mencapai separuh pameran.
Kendaraan itu memungkinkan kami berpindah antar area utama tanpa membuat semua orang kelelahan. Kami bisa turun di tempat yang ingin dijelajahi, lalu naik lagi, bukan berjalan jauh di bawah terik matahari. Itu membuat perbedaan antara menikmati desa dan sekadar mencoba bertahan dari panas.
Desa itu sendiri layak dikunjungi. Rumah tradisionalnya, dinding batu rendah, dan atap jerami menunjukkan bagaimana arsitektur Jeju berkembang sebagai respons terhadap angin kencang dan lingkungan vulkanik pulau itu.
Anak-anak kami bisa masuk ke bangunan dan melihat benda-benda dengan lebih dekat, bukan menghabiskan seluruh kunjungan di dalam galeri yang sunyi. Situs itu memberi kami gambaran yang jauh lebih jelas tentang bagaimana orang-orang hidup secara historis di Jeju dan betapa berbeda kehidupan pulau dibandingkan dengan kehidupan di Korea daratan.
Untuk keluarga yang berkunjung di musim panas, saran saya yang paling kuat adalah menggunakan electric vehicle. Bawa air, topi, dan tabir surya juga. Lokasi ini terlalu luas untuk diremehkan, dan menghemat energi anak-anak akan membuat sisa hari jauh lebih mudah.
Mengeksplorasi Gua Tabung Lava Jeju

Gua tabung lava adalah salah satu bagian perjalanan yang paling berkesan.
Jeju terkenal dengan pantai dan kafenya, tapi lanskap vulkaniknya yang membuat pulau ini berbeda secara fisik dari sisa Korea. Turun ke bawah tanah membuat sejarah itu lebih mudah dihargai.
Suhu turun begitu kami masuk, terasa menyegarkan setelah panas musim panas. Gua itu gelap, lembap, dan tidak rata. Bagi anak-anak, suasananya lebih seperti petualangan daripada kunjungan wisata formal.
Sepatu yang nyaman diperlukan karena permukaan bisa licin. Kereta dorong tidak praktis, dan pengunjung dengan masalah mobilitas harus memeriksa kondisi sebelum berkunjung.
Anak-anak kami menikmati pengalamannya, tetapi kami menjaga mereka tetap dekat. Gua itu tidak sulit seperti pendakian panjang, tetapi kegelapan dan lantai yang tidak rata membutuhkan kewaspadaan.
Pantai Hamdeok
Hamdeok Beach memberi kami sisi Jeju yang sangat berbeda.
Airnya jernih, dangkal, dan berwarna biru yang nyaris tak nyata. Bahkan tanpa menghabiskan seharian berenang, pantas dikunjungi hanya untuk garis pantainya saja.
Hamdeok lebih populer daripada terpencil, tapi itu membuatnya lebih mudah bersama anak-anak. Restoran, kafe, toko serba ada, dan kamar kecil semuanya dekat.
Pantai bisa jadi ramai selama musim panas, dan tempat teduh mungkin terbatas. Sepatu air juga berguna karena beberapa bagian garis pantai Jeju memiliki batuan vulkanik.
Setelah desa adat dan gua lava, Hamdeok memberi semua orang ruang untuk melambat. Anak-anak bisa menikmati air, sementara orang dewasa bisa beristirahat tanpa perlu mengikuti jadwal lain.
National Museum of Jeju
Museum Nasional Jeju ternyata menjadi salah satu tempat terbaik yang kami kunjungi.
Museum ini mencakup arkeologi pulau, sejarah maritim, dan budaya regional. Itu membantu menghubungkan apa yang sudah kami lihat di desa adat dan di sekitar pulau.
Pameran tersebut menjelaskan bahwa Jeju memiliki sejarah dan identitas yang unik. Ini jauh lebih dari sekadar tujuan pantai Korea.
Museumnya sendiri luas, tenang, dan nyaman, yang sangat disambut setelah beberapa atraksi luar ruangan.
Lalu kami sampai di jendela besar.


Pemandangan di luar begitu sureal. Lanskap hijau, bukit di kejauhan, dan awan besar tampak seperti lukisan yang diletakkan di dalam museum. Itu terbingkai begitu sempurna sehingga hampir tidak terasa nyata.
Pemandangan itu menjadi salah satu gambaran yang paling jelas saya ingat dari seluruh perjalanan. Itu bukan sesuatu yang kami teliti atau rencanakan untuk dilihat. Kami hanya melihat ke luar dan berhenti.
Museum Anak-anak Sangat Luar Biasa

Museum anak di National Museum of Jeju sangat luar biasa.
Beberapa museum menyebut diri ramah keluarga hanya karena mereka menyediakan lembar mewarnai atau satu layar interaktif. Ini berbeda. Ruangannya benar-benar dirancang agar anak-anak bisa menyentuh, menjelajah, dan ikut berpartisipasi.
Anak-anak kami benar-benar terlibat. Kami tidak perlu terus-menerus menyuruh mereka diam atau berhenti menyentuh barang. Mereka belajar tentang Jeju melalui bermain, sementara orang dewasa tetap bisa menghargai ide-ide historis di balik aktivitas tersebut.
Itu adalah salah satu atraksi langka yang bekerja sama baiknya untuk semua anggota keluarga.
Saya tidak menganggap museum anak-anak sebagai opsi cadangan untuk hujan. Tempat ini layak dimasukkan ke dalam jadwal perjalanan, terutama untuk keluarga dengan anak-anak kecil. Ini juga tempat yang sangat cocok dikunjungi pada bagian hari yang paling panas.
Antara museum utama, museum anak-anak, dan area sekitarnya, satu keluarga bisa dengan nyaman menghabiskan beberapa jam di sana.
Makan malam di Dongmun Traditional Market


Dongmun Traditional Market adalah salah satu tempat paling menyenangkan yang kami kunjungi untuk makan malam.
Pasar itu ramai, bising, dan penuh makanan. Ada kios seafood, hidangan panggang, camilan, buah-buahan, dan makanan khas Jeju. Alih-alih memilih satu restoran, kami berjalan-jalan dan berbagi berbagai makanan yang kami temukan.
Itu berjalan baik dengan anak-anak karena memilih makanan menjadi bagian dari suasana malam. Mereka bisa melihat makanan sedang disiapkan dan membantu memutuskan apa yang harus dicoba keluarga.
Suasana menjadi bagian utama dari pengalaman itu. Asap naik dari panggangan, penjual memanggil pesanan dan setiap lorong tampak menawarkan sesuatu yang berbeda.
Saran utama saya adalah memesan secara perlahan. Mudah membeli terlalu banyak dari beberapa kios pertama lalu menemukan sesuatu yang lebih menarik di bagian dalam.
Dongmun juga cocok dikunjungi di akhir hari penuh wisata karena tidak membutuhkan reservasi atau jadwal ketat. Kami bisa makan, melihat-lihat, dan pergi ketika semua orang mulai lelah.
Babi Hitam Jeju
Kami juga memastikan untuk mencoba black pork Jeju.
Daging dipanggang di meja dan dimakan dengan sayuran, saus, serta lauk pendamping. Rasanya kaya, gurih, dan jauh lebih mengenyangkan dibandingkan makanan pasar yang cepat.
Porsi bisa besar, jadi mungkin lebih baik memesan secukupnya dulu dan menambah lagi nanti. Beberapa restoran juga menyajikan beberapa potongan daging atau lauk yang kurang familiar, dan staf biasanya bisa menunjukkan kepada pengunjung bagaimana semuanya sebaiknya dimakan.
Itu adalah salah satu makanan duduk tradisional kami dan terasa sangat berbeda dari suasana santai Dongmun Traditional Market.
Hidangan Laut Segar dan Sashimi Korea
Hidangan laut Jeju adalah sorotan lain.
Kami mencoba sashimi gaya Korea, yang disajikan dengan pilihan banchan dan hidangan laut yang lebih beragam dibandingkan hidangan sashimi gaya Jepang yang biasa kami nikmati.
Anak-anak kami sudah suka sashimi, jadi ini adalah makanan yang mudah untuk keluarga kami. Keluarga dengan anggota yang kurang suka mencoba makanan mentah masih akan menemukan banyak pilihan matang, termasuk ikan bakar, sup, mie, dan hidangan daging.
Makan makanan laut di Jeju terasa sangat terkait dengan pulau itu sendiri. Itu salah satu dari makan yang lokasinya benar-benar membuat perbedaan.
Apa yang Paling Bekerja untuk Keluarga Kami
Bagian terbaik dari perjalanan ini adalah variasinya.
Jeju Folk Village memberi kami sejarah dan eksplorasi luar ruang. Gua lava terasa penuh petualangan. Pantai Hamdeok memberi anak-anak waktu untuk bermain. Museum Nasional membantu kami memahami pulau ini, sementara museum anak-anaknya memberi mereka sesuatu yang dirancang khusus untuk usia mereka. Dongmun Traditional Market menutup hari dengan makanan dan keceriaan.
Tidak ada satu atraksi pun yang harus menanggung seluruh hari.
Itu membuat Jeju jadi lebih mudah dengan anak-anak. Saat satu tempat mulai melelahkan, bagian selanjutnya dari hari terasa benar-benar berbeda.
Berapa Lama Menginap di Jeju
Saya menyarankan setidaknya tiga malam untuk perjalanan keluarga. Empat malam bahkan lebih baik untuk tempo yang lebih santai.
Contoh itinerary sederhana bisa terlihat seperti ini:
Hari 1: Tiba, check-in dan makan malam di Dongmun Traditional Market.
Hari 2: Ikuti private taxi tour ke Jeju Folk Village, sebuah gua tabung lava dan Pantai Hamdeok.
Hari ke-3: Kunjungi National Museum of Jeju dan museum anak, lalu nikmati sore atau makan malam santai di Jeju City.
Hari tambahan bisa digunakan untuk pantai lain, bagian pantai yang berbeda, atau pagi yang lebih santai tanpa rencana tetap.
Saya akan menghindari bolak-balik melintasi pulau. Mengelompokkan atraksi berdasarkan area membuat perjalanan jauh lebih tidak melelahkan.
Tips Praktis Mengunjungi Jeju Bersama Anak
Kenakan sepatu yang nyaman, baik Jeju Folk Village maupun gua lava memiliki permukaan yang tidak rata.
Gunakan electric vehicle di Jeju Folk Village, terutama saat musim panas. Lokasinya sangat luas, dan berjalan menyusuri seluruh rute dengan anak kecil di panas akan melelahkan.
Bawa air, tabir surya, dan topi. Atraksi luar ruangan di Jeju bisa menjadi sangat panas saat musim panas.
Jangan membludakankan private taxi tour. Dua atau tiga pemberhentian utama sudah cukup untuk delapan jam.
Kunjungi Museum Nasional saat bagian hari yang paling panas. Itu layak dikunjungi sendiri dan memberi semua orang istirahat dari cuaca.
Pergi ke Dongmun Traditional Market dalam keadaan lapar, tetapi jangan membeli semuanya dari kios pertama.
Berikan ruang untuk momen tak direncanakan. Jendela museum menjadi salah satu bagian paling berkesan dari perjalanan kami, dan itu tidak ada dalam rencana perjalanan mana pun.
Pemikiran Akhir
Menjelajahi Jeju jauh lebih mudah tanpa mengemudi sendiri daripada yang kami duga.
Menginap di Jeju City dan menggunakan taksi reguler serta private taxi tour memberi kami kenyamanan bepergian dengan mobil tanpa stres menyewa, menavigasi, atau memarkirnya.
Yang lebih penting, perjalanan tidak pernah terasa seperti kami memaksakan anak-anak menjalani itinerary orang dewasa.
Pantai dan pemandangan vulkanik sangat indah, tapi beberapa kenangan terkuat datang dari momen yang lebih tenang atau tidak terlalu mencolok: mengelilingi desa adat yang luas dengan electric vehicle, melihat anak-anak larut dalam aktivitas museum, berdiri di depan pemandangan jendela yang seperti mimpi dan berjalan melalui Dongmun Traditional Market sambil bertanya-tanya apa yang masih muat untuk dimakan.
Jeju memberi kami sejarah, alam, makanan enak, dan cukup fleksibilitas untuk bepergian sesuai ritme anak-anak. Untuk keluarga kami, kombinasi itu sangat cocok.


