Berbagi pengalaman sauna kering SPAREX. Pergi belanja jadi capek, jadi aku coba cara Korea buat rileks
小惠
4 days ago
Dalam perjalanan mandiri ke Seoul ini, saya menginap di dekat Dongdaemun. Rencana perjalanan awal saya penuh dengan tempat wisata, kuliner, dan belanja. Distrik belanja Dongdaemun buka sampai sangat larut, bahkan banyak pasar grosir pakaian yang beroperasi hingga fajar, jadi kaki saya pegal hampir setiap hari. Sebelum berangkat, saya melihat banyak orang di Creatrip merekomendasikan Jjimjilbang SPAREX di Dongdaemun. Harganya terjangkau, mudah dijangkau, dan membuat Anda bisa merasakan budaya Jjimjilbang khas Korea, jadi saya memutuskan menyisihkan setengah hari untuk benar-benar bersantai.

[Foto 1]
Setelah tiba di SPAREX, hal pertama yang benar-benar membuat saya terkesan adalah jendela besar dari lantai hingga langit-langit di area lounge. Saya membeli minuman dulu, lalu duduk di dekat jendela sambil melihat suasana jalanan Seoul, rasanya sangat menenangkan. Saat traveling, biasanya saya terburu-buru dari satu tempat ke tempat lain, jadi jarang punya kesempatan untuk berhenti dan benar-benar menikmati pemandangan kota. Di luar adalah kawasan Seoul yang ramai dan hidup, sementara di dalam tenang dan santai, kontras yang menarik.
Sambil menyeruput minuman, scroll ponsel, dan melihat orang-orang berlalu-lalang, rasanya tempo perjalanan saya melambat sepenuhnya.

Setelah masuk, saya pertama-tama menuju area loker. Staf memberikan gelang kunci yang digunakan untuk membuka loker. Secara keseluruhan, lingkungannya jauh lebih bersih dari yang saya bayangkan, lantai, loker, dan area bersama semuanya terjaga rapi.
Karena ini pertama kalinya saya ke Jjimjilbang Korea, saya sebenarnya agak gugup, takut prosesnya rumit. Namun begitu sampai di sana, saya sadar tata letak dan alurnya sangat jelas, tinggal ikuti petunjuk. Bahkan kalau Anda tidak bisa bahasa Korea, Anda tidak akan banyak mengalami kesulitan.

Setelah ganti memakai baju fasilitas, saya langsung menuju area pemandian terlebih dulu.
Salah satu perbedaan terbesar antara Jjimjilbang Korea dan fasilitas pemandian air panas di Taiwan adalah area mandinya biasanya tanpa busana. Awalnya terasa sedikit canggung, tapi begitu di dalam, saya melihat semua orang santai saja, dan saya pun perlahan ikut rileks.
Di dalam area pemandian ada kolam air panas, kolam air dingin, dan fasilitas shower. Anda bisa bersih-bersih dulu, lalu berendam di air panas untuk menghangatkan badan. Setelah jalan seharian, merendam kaki di kolam panas rasanya luar biasa enak, sulit dijelaskan dengan kata-kata.
Setelah mandi, saat seluruh badan sudah hangat, masuk ke ruang-ruang Jjimjilbang terasa makin nikmat.

Lounge umum adalah salah satu tempat favorit saya.
Di sini ada banyak area santai terbuka, ada yang tidur rebahan, ada yang mengobrol, dan ada juga yang diam-diam scroll ponsel. Suasananya tidak berisik seperti tempat wisata, lebih terasa seperti kehidupan sehari-hari.
Melihat keluarga, teman, atau pasangan Korea menghabiskan waktu istirahat mereka bersama di Jjimjilbang membuat saya semakin merasa bahwa ini benar-benar bagian dari keseharian di Korea, bukan sekadar untuk turis.
Kalau itinerary Anda cukup padat, saya sangat menyarankan menyisihkan setengah hari untuk istirahat di Jjimjilbang. Dibanding terus-terusan mengejar tempat wisata, kadang melambat juga bagian dari serunya traveling.

Di dalamnya ada berbagai jenis ruang Jjimjilbang, dan masing-masing punya suhu yang berbeda.
Saya mulai dari ruangan bersuhu lebih rendah, lalu pindah ke ruangan yang lebih panas setelah terbiasa. Saat pertama masuk, Anda bisa merasakan gelombang panas menyambar wajah, tapi setelah beberapa menit, begitu mulai berkeringat, tubuh justru terasa jauh lebih ringan dan rileks.
Selama perjalanan ini saya berjalan lebih dari 20.000 langkah setiap hari, jadi bahu dan betis saya menumpuk banyak rasa lelah. Setelah Jjimjilbang, sensasi kaku dan tegang di otot terasa jelas berkurang.
Saya tidak bisa membuktikan apakah ada efek “ajaib”, tapi proses berkeringat dan relaks saja sudah sangat nyaman.

Salah satu fasilitas paling ikonik di sini adalah ruang Jjimjilbang tradisional dari tanah liat merah ini.
Dari luar, bentuknya seperti bangunan kecil berkubah, sangat khas Korea. Banyak orang datang ke Jjimjilbang khusus untuk mencobanya, dan tentu saja saya juga tidak melewatkannya.
Begitu masuk ke ruang tanah liat merah, Anda bisa merasakan jenis panas yang berbeda dari ruang uap biasa. Suhunya tinggi, tapi tidak terasa menyiksa, justru hangatnya meresap perlahan ke seluruh tubuh.
Duduk di dalam dengan mata terpejam, tidak memikirkan apa pun, hanya fokus pada rasa di tubuh, beberapa menit itu benar-benar menenangkan.
Setelah keluar dari ruangan lalu istirahat lagi di area umum, rasanya seperti sudah terisi penuh kembali.
Kunjungan ke SPAREX di Dongdaemun ini awalnya hanya untuk merasakan budaya Jjimjilbang Korea, tapi akhirnya jadi salah satu pemberhentian paling berkesan dalam perjalanan saya di Seoul.
Mungkin interiornya tidak mencolok, dan bukan spot foto yang sedang tren, tapi tempat ini membuat saya benar-benar merasakan sepotong kehidupan sehari-hari orang Korea. Terutama untuk traveler mandiri, setelah beberapa hari berturut-turut jalan-jalan, menyisihkan waktu untuk berendam, melakukan Jjimjilbang, dan beristirahat sangat membantu tubuh dan suasana hati jadi rileks.
Kalau Anda menginap di dekat Dongdaemun seperti saya, atau kebetulan berencana belanja seharian di Dongdaemun, saya sangat merekomendasikan memasukkan SPAREX ke itinerary Anda. Mau datang siang hari untuk istirahat, atau mampir setelah belanja malam untuk meredakan lelah, semuanya cocok.
Lain kali saat saya kembali ke Seoul, sepertinya saya akan menjadwalkan kunjungan Jjimjilbang lagi. Karena selain menjelajah tempat dan makanan baru, sesekali melambat dan merawat diri dengan baik juga merupakan pengalaman traveling yang penting.


