Pertama kali berselancar di Songjeong, Busan — Pengalaman ikut kelas Surfholic dan berselancar bebas
Jufy
4 days ago
Di perjalanan ke Busan ini, awalnya aku berencana santai saja, seperti makan seafood, mampir dari kafe ke kafe, dan menikmati pemandangan laut. Tapi saat menyusun rencana, aku menemukan kelas selancar di Pantai Songjeong, dan akhirnya aku memutuskan untuk menantang diri dengan pengalaman selancar pertamaku.
Aku memesan paket “kelas selancar 1 jam + selancar bebas” dari Surfholic. Dulu aku mengira selancar itu hanya bisa dilakukan orang yang sudah benar-benar jago, tapi setelah ikut langsung, aku sadar pemula juga pasti bisa merasakan serunya.

Saat aku tiba di pantai di Songjeong, cuacanya sempurna. Melihat para peselancar di atas air, aku jadi agak khawatir, apa nanti aku benar-benar bisa berdiri atau tidak.
Setelah aku mengambil papan selancar, reaksiku yang pertama adalah, “Jadi papan selancar sebesar ini!” Lumayan lebih berat dari yang kubayangkan, tapi memegangnya sambil foto-foto di tepi pantai terasa sangat berkesan, soalnya ini pertama kalinya aku berdiri di pantai sebagai seorang “peselancar.”

Titik kumpul kelasnya ada di dalam toko Surfholic.
Lokasinya dekat sekali dengan pantai, jadi setelah mendaftar dan ganti baju, cukup jalan sebentar untuk langsung sampai ke pasir. Ruang dalamnya juga lebih luas dari yang kukira, dengan papan selancar berjajar di sepanjang dinding, begitu masuk, kamu langsung bisa merasakan suasana pantai.
Banyak peserta yang kelihatannya juga baru pertama kali mencoba, jadi rasa gugupku langsung berkurang setengah.

Sebelum benar-benar masuk ke air, instruktur mengajari kami dulu di pantai.
Aku kira cuma akan ada penjelasan singkat sebelum mulai, tapi instruktur benar-benar teliti, mendemonstrasikan semuanya tahap demi tahap, mulai dari cara tengkurap di atas papan dan mendayung, sampai cara berdiri (pop up).
Jujur, melihat semua orang tengkurap di pasir dan latihan gerakannya bareng-bareng itu cukup lucu.
Kalau lihat orang lain melakukannya kelihatan mudah, tapi saat giliranku, aku baru sadar gerakan “berdiri” saja ternyata tidak sesederhana itu.

Begitu kami benar-benar berada di laut, semuanya tentu tidak semulus yang kubayangkan.
Beberapa percobaan pertamaku pada dasarnya gagal semua, entah ombaknya sudah lewat sebelum aku sempat berdiri, atau aku berhasil berdiri tapi langsung kehilangan keseimbangan.
Tapi karena ombaknya tidak terlalu besar, dan instruktur tetap berada dekat untuk membantu, meski aku jatuh ke air berkali-kali, aku tidak pernah merasa takut.
Momen yang paling berkesan adalah saat aku akhirnya berhasil berdiri sekali.
Memang cuma bertahan beberapa detik, lalu setelah itu aku langsung jatuh ke laut, tapi momen singkat itu terasa sangat memuaskan.
Pantas saja banyak orang terus mendayung kembali lagi dan lagi meski berkali-kali terjatuh.

Yang membuat paket ini terasa sangat sepadan bagiku adalah, setelah kelas selesai, kamu bisa lanjut selancar dengan bebas.
Di awal kelas, sebagian besar waktu dipakai untuk membiasakan gerakan, dan saat kamu mulai bisa menangkap ritmenya, pelajarannya sudah hampir selesai.
Bisa tetap berada di air dan terus latihan benar-benar membantuku lebih cepat berkembang setelahnya.
Dibandingkan kekacauan di awal, setelah itu aku jadi lebih paham kapan harus mendayung dan kapan harus berdiri.
Aku masih jauh dari benar-benar “bisa selancar,” tapi setidaknya aku tidak sepusing dan sekacau saat pertama mulai.

Setelahnya, aku kembali ke toko untuk istirahat. Melihat deretan papan selancar di sepanjang dinding, aku tiba-tiba merasa seperti sudah menuntaskan sebuah tantangan.
Perjalanan Busan ini penuh makanan enak dan banyak tempat wisata, tapi kalau harus memilih satu pengalaman yang paling membekas, mungkin sesi selancar ini.
Karena yang kubawa pulang bukan cuma foto, tapi juga kenangan tentang mencoba sesuatu yang baru untuk pertama kalinya.
Kalau kamu kebetulan mau ke Busan dan ingin merencanakan sesuatu yang sedikit berbeda dari wisata biasa, menurutku kelas selancar di Songjeong benar-benar layak dicoba.
Walaupun kamu pemula total sepertiku, tidak perlu terlalu khawatir, cukup datang dengan pikiran santai dan nikmati saja.
Selain itu, yang paling ingin kurekomendasikan dari Surfholic adalah betapa ramahnya untuk pemula tanpa pengalaman selancar sama sekali. Instruktur memulai dari dasar-dasar, keamanan, cara tengkurap di papan, dan cara berdiri (pop up). Jadi meski ini pertama kalinya kamu bersentuhan dengan selancar, kamu tidak akan merasa gugup atau bingung. Begitu masuk ke air, mungkin kamu akan sering gagal di awal, entah tidak bisa berdiri atau kehilangan keseimbangan lalu jatuh, tapi dengan semangat dan arahan dari instruktur, pelan-pelan kamu akan mulai paham ritmenya. Saat kamu berhasil berdiri di atas papan, kamu benar-benar akan merasakan pencapaian yang besar.
Ombak di Pantai Songjeong relatif stabil, dan dengan area sekitar yang bersih serta pemandangan yang indah, ini tempat yang cocok untuk pengalaman selancar pertama. Bahkan hanya dalam beberapa jam singkat, kamu bisa merasakan daya tarik unik olahraga laut. Untuk traveler yang ingin mencoba hal berbeda, ini bukan sekadar aktivitas air sederhana, melainkan pengalaman tak terlupakan yang membuatmu menantang diri sendiri dan menciptakan kenangan indah. Kalau suatu saat nanti aku punya kesempatan ke Busan lagi, aku juga ingin kembali ke Songjeong dan merasakan serunya melaju bebas mengikuti ombak.


