logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo

Club D Oasis Berendam di pemandian air panas dengan pemandangan laut Haeundae, rileks, dan beri diri Anda setengah hari untuk melambat

user profile image
Apple
8 hours ago
Club D Oasis|Berendam dan benar-benar “lepas” tepat di depan pemandangan laut Pantai Haeundae, luangkan setengah hari untuk memperlambat ritme
Di perjalanan ke Busan ini, aku memasukkan cukup banyak agenda, belanja, kuliner enak, sampai naik kereta pesisir, jadi hampir setiap hari aku jalan terus. Awalnya aku cuma ingin cari tempat buat istirahat, lalu aku lihat Club D Oasis di dalam gedung Haeundae LCT punya ulasan yang bagus banget, jadi aku memutuskan menyisihkan setengah hari untuk mencobanya.
Gambar editor teks
Kesan pertama saat sampai adalah gedungnya yang megah, dari luar saja sudah terlihat beda dari Jjimjilbang pada umumnya. Seluruh fasilitasnya menggabungkan water park, Jjimjilbang, pemandian air panas, area lounge, dan area makan, ukurannya lebih besar dari yang aku bayangkan.
Begitu masuk, aku langsung ke konter untuk check-in. Stafnya cekatan, dan meski banyak pengunjung internasional, proses masuk tetap lancar. Tata letaknya jelas per lantai, dan setiap area punya penunjuk yang rapi, jadi kamu benar-benar tidak perlu khawatir tersesat.
Gambar editor teks
Dari peta lantai, kelihatan kalau kompleksnya dibagi menjadi beberapa tema.
Lantai 3 utamanya area lounge dan water park outdoor.
Lantai 4 ada water park indoor.
Lantai 5 adalah pemandian air panas pria dan wanita serta fasilitas utamanya.
Lantai 6 adalah Jjimjilbang yang direkomendasikan banyak orang, plus area sauna outdoor dengan pemandangan laut.
Kalau punya waktu cukup, menghabiskan seharian penuh di sini juga sangat memungkinkan.
Yang paling aku tunggu adalah area pemandian air panas dan Jjimjilbang, jadi setelah ganti baju, aku langsung naik ke atas.
Gambar editor teks
Aku benar-benar kaget begitu sampai di pemandian air panas outdoor.
Desain kayu yang dipadukan dengan hijauan dan pemandangan laut bikin suasananya terasa seperti resor. Sambil berendam di air hangat, kamu bisa melihat garis Pantai Haeundae tepat di depan mata, dan angin lautnya terasa segar sekali.
Biasanya kalau traveling aku selalu buru-buru pindah dari satu tempat ke tempat lain, jarang banget dapat kesempatan seperti ini untuk tidak memikirkan apa pun, duduk tenang, dan menatap laut.
Hari itu cukup banyak orang Korea yang santai sambil mengobrol di sini, tapi suasananya tetap tenang, sama sekali tidak terasa berisik.
Terutama menjelang sore saat cahaya matahari mulai lembut, pemandangannya jadi makin cantik. Kalau jadwalmu memungkinkan, aku rekomendasikan masuk siang dan lanjut sampai malam.
Selain pemandian air panas outdoor, Jjimjilbang di dalamnya juga jadi salah satu alasan utama banyak orang datang ke sini.
Setiap ruangan dengan suhu berbeda punya karakter sendiri, dan kamu bisa memilih mau berapa lama di tiap ruangan sesuai kondisi tubuhmu.
Setelah berkeringat, pindah ke area lounge untuk mendinginkan badan dengan AC rasanya jujur seperti penyegaran seluruh tubuh.
Gambar editor teks
Yang paling membekas buatku justru ruang istirahat ini.
Banyak Jjimjilbang punya fasilitas yang bagus, tapi area lounge-nya sering padat.
Club D Oasis mendesain lounge-nya supaya benar-benar nyaman, dengan jarak antarkursi yang cukup sehingga tidak saling mengganggu.
Jendela besar dari lantai sampai plafon membuat cahaya alami masuk deras, dan melamun sambil menatap laut benar-benar menenangkan.
Banyak orang rebahan untuk tidur sebentar, sementara yang lain diam-diam scroll ponsel atau membaca.
Kalau beberapa hari pertamamu super padat, menurutku ini tempat yang pas untuk dijadikan “hari istirahat” di tengah perjalanan.
Gambar editor teks
Saat mencoba Jjimjilbang di Korea, kamu tidak boleh melewatkan telur panggang dan sikhye.
Menikmati satu set setelah berendam rasanya benar-benar seperti bagian dari ritualnya.
Telurnya punya aroma ringan yang gurih dan panggang, pas banget dipadukan dengan sikhye dingin.
Ini memang camilan sederhana, tapi setiap kali aku datang ke Korea, rasanya wajib minimal sekali supaya perjalanannya terasa lengkap.
Duduk di lounge sambil menikmatinya pelan-pelan bikin waktu terasa ikut melambat.
Kalau kamu traveling bareng anak, ada highlight lain di dalamnya.
Gambar editor teks
Begitu melihat area ini, kamu bakal paham kenapa banyak keluarga merekomendasikannya.
Ada seluncuran air, area cipratan, dan beragam fasilitas bermain air, anak-anak mungkin bisa senang berjam-jam di sini.
Kalau kamu liburan sekeluarga, orang dewasa bisa berendam dan santai sementara anak-anak main air, semuanya bisa menemukan aktivitas yang cocok.
Pantas saja banyak orang merencanakan setengah hari, bahkan seharian penuh, untuk di sini.
Secara keseluruhan, menurutku perbedaan terbesar antara Club D Oasis dan Jjimjilbang tradisional adalah tempat ini bukan sekadar untuk mandi atau berendam, tapi ruang yang memadukan relaksasi dengan nuansa liburan.
Mau berendam dengan pemandangan laut, merasakan budaya Jjimjilbang Korea, mencari tempat istirahat, atau membiarkan anak-anak main air, semuanya bisa dilakukan sekaligus.
Terutama untuk traveler mandiri, kalau kamu sudah menjelajahi Pantai Haeundae, Sky Capsule, Cheongsapo, atau X the Sky, rasanya layak menyisihkan setengah hari untuk datang ke sini dan benar-benar rileks.
Tidak setiap hari dalam perjalanan harus diisi sightseeing, kadang menemukan tempat nyaman untuk duduk sambil menatap laut, lalu berendam air hangat, justru jadi bagian paling berkesan dari seluruh perjalanan.
Kalau lain kali aku kembali ke Busan, kemungkinan besar aku akan menjadwalkan Club D Oasis lagi. Berendam sambil melamun dengan laut tepat di depan mata adalah perasaan yang bikin susah untuk pergi.