logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo

Perjalanan keluarga ke Seoul, Korea Selatan (ovo-lakto vegetarian)

user profile image
Michi
4 days ago
Okt 2024, 5 hari 4 malam
Keluarga kami vegetarian lacto-ovo, jadi kalau kamu tertarik, intip yuk apa saja yang kami makan di Seoul!
Apakah kami menyusun itinerary sebelum berangkat? Enggak! Kami cuma pikir bakal santai jalan-jalan di pusat kota. Dan hasilnya ➡️
✅ Perlengkapan tidur, dibeli
✅ Pertunjukan Nanta, nonton
✅ Jjimjilbang, keringetan sampai puas
✅ Hanbok, pakai
✅ Kafe terkenal di Instagram, coba
✅ Shake Shack, makan
✅ Uber, naik
✅ Ajumma Yakult, kejar-kejaran sama beliau
✅ Olive Young, keliling-lihat
✅ Myeongdong, Hongdae, Dongdaemun, datangi
🏨 Akomodasi
Keluarga kami menginap bersama dua orang lansia di kamar keluarga di Hotel U5 di Dongdaemun. Kalau kamu khawatir soal anggota keluarga yang sudah berumur, tipe kamar seperti ini pilihan yang bagus, ruangannya dipisahkan oleh dinding setengah. Di bagian paling dalam ada satu ranjang double, dan di sisi lain dinding ada tiga ranjang single. Ada dua kamar mandi, dan meja makannya juga besar banget. Kami nyaman sekali. Oh ya, di lantai 1 hotel juga ada mesin Wowpass, praktis banget!
🚌 Tips transportasi:
Transportasi umum dekat hotel sangat nyaman, tapi subway Seoul kurang ramah untuk lansia, banyak tempat yang tidak punya lift atau eskalator. Jadi selain beberapa kali naik “buat pengalaman”, sebagian besar kami panggil taksi saja. Kalau naik bus, karena nama halte dan pengumumannya semuanya dalam bahasa Korea, aku sarankan terus pantau aplikasi peta dan cek lokasi kamu supaya tidak kelewatan turun.
👗 Pakai Hanbok di Istana Gyeongbok, sekalian wisata kuliner vegetarian
Kami memilih YES Hanbok yang persis di luar Istana Gyeongbok untuk pengalaman Hanbok, dan sudah booking online dari jauh hari. Tokonya punya staf yang bisa bahasa Mandarin, mereka super ramah dan sabar, bahkan dengan perhatian membantu memilihkan Hanbok dengan warna yang serasi untuk Kakek dan Nenek. Walaupun pada akhirnya Nenek jadi agak “susah dikendalikan”, jadi rencana serasinya tidak berhasil. Stafnya juga luar biasa cepat dan terampil menata rambut, dan meski antreannya panjang, kami tidak menunggu lama.
Setelah keluar dari toko, cuma jalan beberapa menit sudah sampai ke Istana Gyeongbok. Masuknya gratis kalau pakai Hanbok, rasanya seperti “fast pass” alternatif, karena antrean beli tiket di lokasi benar-benar padat. Area istananya luas dan sangat fotogenik. Kami juga beruntung sempat melihat pertunjukan di istana hari itu, rasanya benar-benar seperti time travel dan ikut tenggelam dalam suasananya.
🥬 Vegan Insa: Setelah selesai pengalaman Hanbok dan ganti baju kembali, kami pergi ke restoran vegetarian dekat sini. Makanannya enak, sangat direkomendasikan! Tapi, tempat duduk di dalam tidak banyak, dan makin lama makin ramai, jadi usahakan datang lebih awal.
☕️ Cafe Highwaist Ikseon: Setelah itu, kami pergi ke kafe terkenal di Instagram ini di Ikseon-dong. Interiornya cantik banget, dan kue-kue di sini bukan cuma terlihat bagus, rasanya juga ternyata luar biasa enak.
gambar editor teks
🍕 Catatan lengkap peta kuliner vegetarian lacto-ovo kami
Gimbap vegetarian dan mie bibim di Pasar Gwangjang: Dari hotel ke Pasar Gwangjang sekitar 10 menit jalan kaki, dan ada satu lapak di sini yang gimbap vegetariannya enak banget! Waktu itu, pemilik lapak lain juga sangat ramah saat mengajak pelanggan, bahkan membuatkan mie bibim versi vegetarian khusus untuk kami. Walaupun belakangan sikapnya jadi agak kurang ramah, aku harus bilang, semangkuk mie bibim custom itu benar-benar enak banget!
• Hongdae Rosso1924: Kami sengaja ke Hongdae untuk menonton pertunjukan Nanta yang keren banget. Setelah pertunjukan, kami mampir ke tempat pizza ini. Makanannya cukup enak, dan mereka bisa membuat versi vegetarian lacto-ovo, jadi sangat ramah vegetarian.
• Myeongdong Osegyehyang (오세계향): Tempat ini benar-benar sesuai reputasinya, enak banget! Pilihan menunya banyak sekali, sampai tanpa sadar kami pesan satu meja penuh. Tapi ada satu catatan, beberapa menu mengandung “lima sayuran beraroma tajam”, jadi kalau kamu menghindarinya, lebih hati-hati dan pastikan cek ulang saat memesan.
gambar editor teks
Catatan kecil: Corn dog keju yang sering kamu lihat di pinggir jalan itu, pertama kali coba aku kagum, tapi setelah itu rasanya biasa saja.
🍂 Jalan-jalan di Istana Changdeokgung dan pengalaman pertama Jjimjilbang di Sparex
Cuaca Oktober di Seoul benar-benar sempurna, tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin, cukup pakai jaket tipis. Kami jalan-jalan di sekitar Istana Changdeokgung, dan beberapa pohon ginkgo di sepanjang jalan diam-diam sudah mulai menguning, rasanya romantis banget. Tapi di hari terakhir, tepat sebelum pulang, suhunya turun cukup terasa.
Sebelum meninggalkan Seoul, kami memutuskan untuk mencoba Jjimjilbang Sparex dekat Dongdaemun. Ini pengalaman tradisional yang unik dan menenangkan. Kami rebahan sambil menikmati telur yang sering muncul di drama Korea. Untuk minumannya, sikhye bukan seleraku, tapi minuman plum-nya manis asamnya pas.
Bagian lucunya, awalnya kami simpan ini untuk hari terakhir karena kami kira Kakek kami yang usianya 80+ tidak akan nyaman rebahan di lantai yang keras. Ternyata beliau malah menikmati sekali area komunalnya, bahkan menoleh ke aku dan bilang, “Harusnya kita datang lebih awal!” Sepertinya lansia bisa beradaptasi lebih baik dari yang kami kira. 🔔 Pengingat kesehatan: area Jjimjilbang bisa sangat panas dan mungkin melibatkan medan elektromagnetik. Kalau anggota keluarga yang lebih tua memakai alat pacu jantung, pastikan mereka sama sekali tidak masuk ke ruang sauna bersuhu tinggi.
gambar editor teks
gambar editor teks
🛩 Permata tersembunyi waktu terbatas di Bandara Incheon untuk penutup yang sempurna
Terakhir, aku sangat merekomendasikan hotteok di sebelah Gerbang 12 di Bandara Incheon! Versi terbatas ini benar-benar enak banget.
Tapi ada satu pengingat, Bandara Incheon itu besar sekali. Setelah imigrasi, alurnya terbagi ke kiri atau kanan. Waktu itu aku lupa soal itu dan cuma mengikuti petunjuk ke gerbang kami yang awal, lalu baru sadar dan buru-buru balik, aku sampai harus memutar balik lebih dari 20 menit hanya untuk mencapai Gerbang 12. Jadi aku sarankan begitu selesai imigrasi, kalau searah, langsung saja ke sana dulu untuk beli, supaya tidak jadi muter-muter sia-sia seperti aku.
gambar editor teks
Perjalanan vegetarian lacto-ovo di Seoul bersama para lansia ini santai dan mengalir saja, tapi penuh dengan makanan enak dan kenangan indah.
Siapa bilang susah jalan-jalan mandiri di Korea kalau vegetarian? Kalau pilih restoran dan hotel yang tepat, sekeluarga bisa traveling dengan nyaman dan menikmati liburan dengan seru!