logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo

[釜Hill Spa汗蒸幕 Pengalaman Review: Menatap Laut dan Melamun Sepanjang Hari, Menikmati Waktu Penyembuhan Pribadi Saya]

user profile image
Jufy
17 hours ago
Kali ini dalam perjalanan saya ke Busan, selain merencanakan tempat wisata populer dan makanan enak, saya juga sengaja menyisihkan satu hari penuh untuk merasakan budaya Jjimjilbang di Korea.
Dulu saya pikir Jjimjilbang itu cuma pemandian air panas, ruang uap, dan area istirahat, tapi setelah benar-benar berkunjung ke Hill Spa di Haeundae, saya sadar sorotan terbesar di sini adalah pemandangan lautnya.
Menikmati Jjimjilbang sambil memandang garis pantai Haeundae terasa benar-benar berbeda dari bayangan Jjimjilbang yang biasanya orang pikirkan.
Kalau kamu suka slow travel, menurut saya tempat ini sangat layak untuk disisihkan setengah hari, bahkan satu hari penuh, untuk dinikmati dengan santai tanpa terburu-buru.
gambar editor teks
Begitu tiba di Hill Spa, kamu bisa melihat ringkasan fasilitas di tiap lantai tepat di dekat pintu masuk.
Selain sauna terpisah untuk pria dan wanita, ada juga area Jjimjilbang, ruang relaksasi, dan zona rendam kaki outdoor.
Waktu pertama kali datang, saya sempat khawatir bakal tersesat, tapi petunjuknya sangat jelas, jadi mudah paham letak semuanya.
Baru membaca panduan lantainya saja sudah bikin saya makin tidak sabar menanti bagian berikutnya.
Lagipula, Jjimjilbang Korea memang salah satu pengalaman yang paling sering direkomendasikan untuk traveler.
gambar editor teks
Setelah check-in, staf akan memberikan kunci loker.
Kebanyakan Jjimjilbang di Korea memakai kunci model gelang seperti ini, bisa untuk membuka loker, dan juga memudahkan pembayaran di dalam.
Saya merasa ini sangat praktis, jadi tidak perlu terus membawa uang tunai atau kartu kamar ke mana-mana.
Setelah ganti baju, resmi sudah waktunya memulai sesi relaksasi hari ini.
Walaupun ini cuma salah satu bagian dari rencana perjalanan saya, sejak melangkah masuk, rasanya ritme saya otomatis melambat.
Saat sampai di area lounge, saya akhirnya paham kenapa begitu banyak orang merekomendasikan tempat ini.
gambar editor teks
Jendela dari lantai sampai plafonnya langsung menghadap pemandangan laut.
Walaupun hari itu agak berkabut, kamu tetap bisa melihat laut yang membentang luas.
Banyak orang rebahan dekat jendela, ada yang scroll ponsel, ada yang istirahat dengan mata terpejam, dan ada juga yang hanya menatap ke luar dengan tenang, melamun.
Saya menemukan spot di dekat jendela lalu duduk.
Melihat air di kejauhan, saya langsung merasa rileks.
Saat bekerja, saya terus menatap komputer atau ponsel, jadi jarang sekali punya kesempatan untuk benar-benar mematikan pikiran seperti ini.
Dan momen yang lambat dan santai seperti ini saat traveling sering kali jadi yang paling sulit dilupakan.
gambar editor teks
Setelah berendam cukup lama, saya mulai merasa lapar.
Saya melihat banyak orang makan mi instan di lounge, jadi saya memutuskan untuk mencoba salah satu kombinasi klasik ala Jjimjilbang Korea juga.
Mi instan panas dengan pemandangan laut, entah kenapa rasanya enak sekali di luar dugaan.
Mungkin karena saya baru berkeringat, atau mungkin karena mood liburan yang sedang bagus, tapi semangkuk ramen yang familiar pun jadi terasa lebih enak dari biasanya.
Kebahagiaan sederhana seperti ini sering kali justru jadi memori perjalanan yang paling nyata.
gambar editor teks
Saya kembali lagi ke area lounge.
Kali ini, saya memilih sofa beanbag dan menikmati sedikit sinar matahari.
Cahaya alami yang masuk lewat jendela besar membuat seluruh ruangan terasa semakin nyaman.
Ada yang tidur siang, ada juga yang mengobrol dengan teman.
Secara keseluruhan, suasananya sangat tenang dan tidak pernah terasa berisik.
Saya hanya duduk di sana, menatap laut dan melamun.
Tidak ada tujuan berikutnya, tidak perlu terburu-buru.
Hanya menikmati pemandangan di depan mata dan waktu langka yang berjalan tanpa dikejar-kejar.
Terkadang bagian paling berharga dari traveling bukan seberapa banyak tempat yang kamu datangi, tapi kesediaan untuk berhenti dan benar-benar merasakan momen itu.
gambar editor teks
Ini juga spot yang secara pribadi saya sangat suka.
Begitu melangkah ke luar, kamu bisa menikmati pemandangan sekitar Haeundae dengan lebih langsung.
Langitnya agak berkabut, tapi kamu tetap bisa melihat gedung-gedung tinggi di kejauhan dan garis pantainya.
Berdiri di sini sambil merasakan angin laut terasa luar biasa menyegarkan.
Saya juga sempat mengambil beberapa foto untuk kenang-kenangan.
Saat banyak orang mengunjungi Busan, biasanya mereka merencanakan tempat seperti Haeundae, Gwangalli, atau kereta kapsul, tapi jujur saja, menemukan tempat seperti ini untuk menikmati pemandangan laut dengan tenang juga cara traveling yang sangat menyenangkan.
Datang ke Hill Spa kali ini, hal terbesar yang saya rasakan adalah “pelan”.
Berendam pelan-pelan, berkeringat pelan-pelan, menatap laut pelan-pelan, beristirahat pelan-pelan.
Dibandingkan wisata yang biasanya, di sini tidak ada tekanan untuk buru-buru.
Kamu tidak perlu terus bergerak tanpa henti atau antre hanya untuk check-in foto.
Sebaliknya, tempat ini memberi kamu kesempatan untuk benar-benar rileks.
Apalagi kalau kamu sudah traveling beberapa hari dan kaki mulai terasa pegal, menyisihkan setengah hari untuk istirahat di sini rasanya luar biasa.
Bahkan kalau, seperti saya, kamu cuma ingin mencari tempat untuk melamun, kamu tetap akan punya pengalaman yang menyenangkan.
Kalau kamu tanya bagian paling rileks dari perjalanan saya di Busan, Hill Spa pasti masuk peringkat teratas.
Tempat ini tidak seramai atraksi terkenal, dan tidak punya energi mencolok seperti area belanja.
Tapi suasananya nyaman dan bikin kamu ingin berlama-lama.
Pemandangan laut, Jjimjilbang, area istirahat, dan makanan sederhana, semuanya berpadu menciptakan momen perjalanan yang benar-benar menenangkan.
Buat siapa pun yang menyukai slow travel, ini bukan sekadar Jjimjilbang, ini tempat untuk menjauh sejenak dari hidup yang sibuk dan sekadar bernapas.
Kalau lain kali saya kembali ke Busan, sepertinya saya tetap akan menyempatkan diri ke sini lagi, mencari tempat duduk dekat jendela, menatap laut dengan tenang, dan menikmati perjalanan dengan ritme saya sendiri.