Pengalaman ClubD Oasis: Mulai liburanmu di Busan dengan pemandangan laut dan sesi hanjeungmak
Jufy
4 days ago
Untuk perjalanan mandiri ke Busan ini, aku memutuskan untuk melakukan sesuatu yang sedikit berbeda dari sebelumnya.
Dulu, setiap kali aku bepergian ke Korea, begitu mendarat aku langsung buru-buru menjalani itinerary, berusaha memasukkan tempat wisata, makanan, dan belanja sekaligus. Tapi kali ini, setelah tiba di Busan, aku justru ingin memperlambat langkah dulu dan menjauh sejenak dari ritme harian yang sibuk, jadi aku menjadikan ClubD Oasis di Haeundae sebagai pemberhentian pertama dalam perjalanan ini.
ClubD Oasis berada di dalam gedung LCT yang terkenal di Haeundae, dan dalam beberapa tahun terakhir menjadi Jjimjilbang dengan pemandangan laut yang sangat populer sekaligus fasilitas rekreasi. Aku sudah melihat banyak ulasan online sebelum perjalanan ini, jadi aku benar-benar tidak sabar untuk mencobanya.

Setelah tiba di Haeundae, kamu bisa melihat gedung LCT yang menjulang tinggi dari jauh.
Gedung ini adalah salah satu landmark paling ikonik di Haeundae, dan memang terlihat mengagumkan saat kamu berdiri di bawahnya lalu menengadah. Cuaca hari itu agak mendung, tapi kamu tetap bisa merasakan kesan kuat dari bangunan yang berdiri tepat di sepanjang garis pantai.
Membayangkan bahwa aku tidak perlu buru-buru ke tempat berikutnya selama beberapa jam ke depan, dan bisa benar-benar bersantai, langsung membuatku merasa tenang.
Buatku, liburan tidak selalu harus diisi dengan jalan-jalan tanpa henti, kadang menjadwalkan waktu untuk istirahat dengan benar justru membuatnya terasa lebih seperti liburan.

Begitu masuk, hal pertama yang kulihat adalah area penyambutan ClubD Oasis.
Papan nama besar yang menyala, dipadukan dengan dekorasi yang lucu, membuat seluruh ruang terasa seperti resor.
Banyak pengunjung berfoto di sini, dan aku juga sempat mengambil beberapa foto saat belum terlalu ramai.
Dibandingkan gambaran umum orang tentang Jjimjilbang, ClubD Oasis terasa lebih seperti ruang resor yang memadukan unsur rekreasi, healing, dan wisata.
Sejak pertama melangkah masuk, rasanya seperti liburanmu resmi dimulai.

Setelah check-in, aku mengikuti petunjuk arah menuju area fasilitas.
Alurnya dibuat sangat jelas, jadi bahkan pengunjung yang baru pertama kali datang pun tidak akan bingung.
Interiornya luas dan terang, dan stafnya sangat ramah. Meski kamu tidak sepenuhnya lancar berbahasa yang sama, kamu tetap bisa melewati setiap langkah dengan mulus.
Menurutku ini penting banget, terutama untuk traveler independen, karena hal terakhir yang kamu inginkan di luar negeri adalah tidak tahu harus ke mana.
Dalam hal ini, ClubD Oasis melakukannya dengan sangat baik.

Begitu masuk ke area relaksasi, spot favoritku adalah ruang dengan nuansa taman Jepang ini.
Struktur kayu dan jalur batu menciptakan suasana yang tenang dan nyaman.
Jendela besar dari lantai ke plafon memasukkan cahaya alami, jadi meski berada di lantai tinggi, kamu tetap merasakan keterbukaan seperti sedang berada di tepi laut.
Tempat ini tidak ramai seperti objek wisata pada umumnya, justru punya daya tarik hening yang secara alami membuatmu melambat.
Aku berlama-lama di area ini.
Tidak scrolling ponsel, tidak buru-buru foto untuk check-in, aku hanya duduk diam dan menikmati suasananya.
Perasaan sederhana “tidak melakukan apa-apa” seperti ini sebenarnya cukup langka dalam kehidupan sehari-hari.

Selanjutnya, aku menuju area berendam, yang terasa paling “liburan” buatku.
Bak kayu bundar, ditambah tanaman hijau di sekelilingnya, terlihat sangat menenangkan.
Bahkan tanpa benar-benar berendam, hanya berdiri di dekatnya dan menikmati setting-nya saja sudah terasa sangat healing.
Fasilitas ini banyak menggunakan elemen kayu dan tanaman alami, berhasil menciptakan suasana yang terasa jauh dari hiruk-pikuk kota.
Kadang liburan tidak butuh aktivitas yang heboh, menenangkan tubuh dan pikiran seperti ini juga cara yang indah untuk menikmati perjalanan.
Terutama di hari pertama setelah tiba di Busan, memulai perjalanan dengan cara yang santai seperti ini benar-benar terasa sepadan.

Hal yang paling mengesankanku di seluruh fasilitas adalah ruang istirahat yang tenang dan nyaman ini.
Pencahayaan yang lembut dan gaya desain yang kalem membuatku tidak ingin pergi begitu duduk.
Dari luar jendela, kamu bisa melihat pemandangan laut samar-samar. Tidak ada suara berisik, hanya suasana yang nyaman dan menenangkan.
Aku duduk di sini cukup lama, melamun sambil melihat pemandangan di luar.
Pekerjaan dan kehidupan sehari-hari biasanya penuh hal yang harus diurus, jadi jarang sekali ada kesempatan untuk tidak memikirkan apa pun dan sekadar merasakan momen.
Mungkin itulah yang membuat perjalanan begitu memikat.
Kamu tidak harus terus bergerak, dan kamu tidak harus terus memotret, kamu bisa benar-benar memberi dirimu waktu untuk relaks.
Kenapa aku merekomendasikannya untuk hari pertama?
Setelah tiba di Busan, banyak orang mungkin memilih Pantai Haeundae, Pantai Gwangalli, atau kawasan belanja Seomyeon sebagai pemberhentian pertama.
Tapi menurutku, menjadwalkan ClubD Oasis di hari pertama adalah pilihan yang sangat tepat.
Setelah terbang, melewati imigrasi, dan berpindah-pindah dengan transportasi, tubuh biasanya setidaknya sedikit lelah.
Kalau itinerary langsung dipadatkan sejak awal, kualitas hari-hari berikutnya bisa ikut terdampak.
ClubD Oasis adalah tempat yang pas untuk masuk ke mode liburan pelan-pelan.
Setelah bersantai di sini beberapa jam, bukan cuma tubuhmu yang dapat istirahat, pikiran pun terasa lebih ringan.
Setelah itu, entah kamu mau jalan-jalan di sekitar Haeundae, menikmati pemandangan malam Gwangalli, atau lanjut agenda belanja, kamu akan berada dalam kondisi yang jauh lebih enak untuk menikmatinya.
Pengalaman di ClubD Oasis ini benar-benar sesuai dengan yang kuinginkan dari sebuah pemberhentian pertama dalam perjalanan.
Tidak ada tekanan untuk mengejar jadwal, dan tidak ada keramaian yang melelahkan.
Yang ada hanya ruang-ruang yang nyaman, atmosfer yang healing, dan waktu langka untuk benar-benar “off”.
Kalau kamu sepertiku dan ingin memulai perjalanan dengan cara yang paling rileks, aku sangat merekomendasikan menambahkan ClubD Oasis ke itinerary-mu.
Buatku, ini bukan sekadar Jjimjilbang, rasanya lebih seperti tempat di mana tubuh dan pikiran bisa pelan-pelan menyesuaikan diri dengan mode traveling.
Dan rasa tenang serta relaks itu jadi awal terbaik untuk perjalananku di Busan.


