logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo

Perjalanan ke Korea - Merayakan Hari Kelahiran Buddha

user profile image
Haneul
5 days ago
Ada perjalanan yang mengubahmu. Dan kunjunganku ke Kuil Bongseonsa saat Hari Waisak adalah contoh yang paling pas! Ratusan lentera kertas yang bergelantungan di antara pepohonan berusia ratusan tahun, aroma dupa bercampur dengan udara hutan Namyangju, dan rasa tenang sepenuhnya yang belum pernah kurasakan sebelumnya di Korea.
gambar editor teks
Kuil Bongseonsa (봉선사) terletak di Namyangju, di Provinsi Gyeonggi, sekitar satu jam dari Seoul. Pergi ke sana dengan transportasi umum ternyata sangat mudah, kamu hanya perlu naik Jalur 4, arah Onam. Lalu naik bus lokal, dan kamu akan tiba tepat di pintu masuk kuil!
Saat Hari Waisak, bus shuttle khusus sering disediakan dari stasiun-stasiun utama. Aku sarankan cek pengumuman kuil di situs resmi mereka atau di aplikasi Peta Kakao beberapa hari sebelum berkunjung, karena layanan ini tidak selalu sama dari tahun ke tahun.
Upacara dan suasana hari itu
Bucheonim Osinnal (부처님 오신 날) adalah hari libur nasional di Korea. Di Kuil Bongseonsa, perayaan dimulai jauh sebelum fajar dengan doa-doa pertama, tetapi sebagian besar pengunjung datang pada pagi hari untuk mengikuti rangkaian upacara hari itu.
gambar editor teks
Dari semua hal yang kutemukan saat mengunjungi Kuil Bongseonsa di Hari Waisak, yang paling membekas mungkin adalah lukisan Buddha besar di luar ruangan yang disebut tangeunghwa (탱화).
Digantung di fasad luar aula utama, kanvas lukis raksasa ini menggambarkan triad Buddha Pengobatan (Yaksa) yang dikelilingi para bodhisattva. Warnanya, meski sudah dilembutkan oleh waktu selama berabad-abad, tetap berkilau dengan intensitas yang dalam, biru kobalt, merah burgundy, hijau malasit, dan emas. Lukisan ini dipesan oleh keluarga kerajaan pada masa Dinasti Joseon, dan kini diklasifikasikan sebagai Harta Karun Nasional.
Pada Hari Waisak, lukisan besar ini dibentangkan di luar ruangan di depan aula utama agar semua umat bisa memberi penghormatan, pemandangan yang memukau karena memadukan seni sakral dengan langit terbuka.
gambar editor teks
Di Kuil Bongseonsa, patung kecil Buddha yang baru lahir diletakkan di tengah baskom dangkal. Patung ini melambangkan Siddhartha Gautama sesaat setelah kelahirannya, menurut tradisi, sang bayi melangkah tujuh langkah, dan pada setiap langkah, bunga teratai bermekaran di bawah kakinya.
Para umat mengantre, kadang cukup lama, untuk mendekati baskom. Setiap orang mengambil gayung kecil, mencelupkannya ke air, lalu perlahan menuangkan air ke bahu patung. Gestur ini sekaligus persembahan dan penyucian, dengan menyucikan patung, kamu juga menyucikan dirimu. Secara simbolis, ini membasuh pikiran gelap, dendam, dan beban dari tahun lalu.
gambar editor teks
Yang tertinggal di benak adalah keheningan yang menyelimuti ritual ini meski ramai orang. Setiap orang menuangkan airnya dengan sangat pelan dan penuh perhatian, seolah-olah tindakan sederhana itu, selama beberapa detik, adalah hal terpenting di dunia. Aku melihat anak-anak, pasangan lansia, perempuan muda dengan Hanbok pastel, semuanya sama-sama larut di depan patung kecil berwarna emas ini. Buddhisme Korea punya anugerah langka, membuat yang sakral terasa dekat untuk semua orang, tanpa hierarki atau pengecualian.
gambar editor teks
Entah kamu seorang Buddhis atau sekadar penasaran, perayaan ini menyentuh sesuatu yang universal, keindahan berbagi, kedamaian, dan perenungan.
Aku benar-benar berharap suatu hari kamu punya kesempatan untuk mengalaminya dengan mata kepala sendiri, larut dalam prosesi lentera warna-warni dan merasakan kelembutan khas di udara pada hari itu. Lewat acara ini, Korea Selatan mempersembahkan salah satu hadiah terindahnya, sayang sekali kalau sampai dilewatkan!
✅ Info yang wajib diketahui
Tanggal: Bucheonim Osinnal jatuh pada hari ke-8 bulan ke-4 kalender lunar, biasanya sekitar Mei dalam kalender Gregorian. Pada 2026, jatuh pada 24 Mei.
Pakaian: Berpakaianlah sopan (bahu tertutup, hindari celana pendek yang terlalu pendek). Pakai sepatu yang mudah dilepas.
Kamera: Memotret diperbolehkan di luar ruangan, tetapi dilarang saat upacara keagamaan berlangsung. Mohon patuhi aturan ini.
Keramaian: Datang sebelum pukul 10.00 untuk foto dan suasana terbaik. Sore hari, kuil bisa sangat ramai.
Bahasa: Rambu berbahasa Inggris tidak banyak, jadi idealnya unduh Peta Naver terlebih dahulu.