Perjalanan ke Korea - Desa Hanok Jeonju
Haneul
3 days ago
Selamat datang di Gyeongju, ibu kota budaya Korea!
Kalau kamu ingin menjauh sejenak dari hiruk-pikuk Seoul dan menemukan sisi Korea yang lebih autentik, lebih santai, dan lebih lezat, maka Gyeongju adalah destinasi yang wajib kamu kunjungi. Terletak sekitar 2,5 jam dari Seoul dengan KTX, kota di Provinsi Gyeongsang Utara ini dianggap sebagai tempat kelahiran budaya dan kuliner Korea. Dan di jantung Gyeongju terdapat harta paling berharganya: Desa Hanok Gyeongju.
Aku beruntung bisa mengunjungi tempat yang luar biasa ini, dan aku ingin berbagi semua yang perlu kamu tahu supaya kunjunganmu maksimal!

Cara tercepat dan paling nyaman adalah naik KTX dari Stasiun Yongsan atau Stasiun Seoul ke Iksan, lalu kereta regional ke Gyeongju. Total perjalanan memakan waktu sekitar 2,5 hingga 3 jam. Tiket sekali jalan sekitar 27.000 hingga 35.000 KRW tergantung kelas yang kamu pilih.
Kamu juga bisa naik bus ekspres dari Terminal Gangnam. Perjalanan memakan waktu sekitar 3 jam, tapi tiketnya sering lebih murah, sekitar 16.000 hingga 20.000 KRW. Dari Stasiun Gyeongju atau terminal bus Gyeongju, taksi ke Desa Hanok biayanya sekitar 5.000 hingga 8.000 KRW, atau kamu bisa naik bus kota.

Desa Hanok Gyeongju adalah rumah bagi lebih dari 730 rumah kayu tradisional yang disebut Hanok, menjadikannya salah satu yang terbesar dan paling terawat di seluruh Korea. Berbeda dengan desa bersejarah lain yang kadang terasa seperti “dibekukan” oleh waktu atau seperti museum, Desa Hanok Gyeongju benar-benar hidup: warga lokal masih tinggal di sini, para perajin bekerja di sini, dan kafe serta restoran yang ramai juga membuka usaha dengan selera yang apik.
Saat kamu menyusuri gang-gang berbatu, kamu akan menemukan deretan halaman dalam yang tersembunyi, taman mini, gerbang kayu berukir, serta dinding tanah berwarna oker yang di atasnya dihiasi genteng atap melengkung. Suasananya menenangkan, dan arsitekturnya mengundang kita untuk sejenak merenung. Pagi-pagi sekali, sebelum keramaian datang, gang-gangnya terasa sangat magis, diselimuti keheningan yang tidak biasa untuk area sepopuler ini.

Salah satu pengalaman paling tak terlupakan di Desa Hanok Gyeongju tentu saja menyewa Hanbok, pakaian tradisional Korea. Puluhan toko menawarkan sewa 10.000 hingga 20.000 KRW untuk setengah hari. Setelah berpakaian, kamu bisa masuk beberapa situs bersejarah secara gratis, termasuk Istana Gyeonggijeon.
Mengenakan Hanbok di gang-gang desa memberi sensasi keterhubungan yang unik dengan sejarah Korea. Warna-warnanya yang cerah juga menciptakan kontras foto yang indah dengan arsitektur Hanok yang lebih sederhana. Toko-tokonya mengurus semuanya: penataan rambut, aksesori, bahkan penyesuaian jika diperlukan. Ini pengalaman yang sangat aku rekomendasikan, bahkan untuk traveler yang biasanya ragu dengan aktivitas wisata klasik.

Desa Hanok bisa dikunjungi sepanjang tahun, tetapi waktu terbaik untuk berkunjung adalah musim semi (April hingga Mei) dan musim gugur (Oktober hingga November). Di musim panas, panasnya bisa menyengat dan keramaiannya padat. Di musim dingin, desa terasa lebih intim dan tidak terlalu turistik, tetapi beberapa restoran dan toko mengurangi jam operasional.
Siapkan setidaknya satu hari penuh untuk menjelajahi desa dengan santai. Dua hari akan memungkinkan kamu menggabungkan kunjungan budaya dengan perjalanan ke Gunung Moaksan di dekatnya atau kota bersejarah Namwon. Desanya sendiri tidak memungut tiket masuk umum, hanya tempat tertentu seperti Istana Gyeonggijeon yang memerlukan tiket.
Kebanyakan toko dan restoran menerima kartu kredit, tapi sebaiknya kamu membawa sedikit uang tunai untuk kios-kios kecil dan pasar. Ada ATM di pintu masuk utama desa.




