Sehari di Hongdae
Meggie
5 days ago
Hari ini aku pergi ke Hongdae untuk pertama kalinya! Ini tempatnya klub, anak muda, musik keras, dan pusat lahirnya tren.
Sebagai perempuan di usia 30-an, aku jelas merasa terlalu tua untuk ada di sana. Aku suka usiaku dan tidak ingin menjadi lebih muda lagi, tapi tempat seperti ini benar-benar mengingatkan “usia balita” atau “usia hewan pesta” di dalam diri setiap kali kamu lupa.

Buat kami yang lebih suka suasana santai, menjelajah di siang hari saat hari kerja tetap seru. Karena tempat ini sangat terkenal di Korea Selatan dan di media sosial internasional, selalu ada orang yang jalan-jalan sambil tampil stylish.
Aku datang pas acara Pokémon dari merek kecantikan yang paling terkenal dan paling banyak “diekspor” secara internasional, jadi satu toko kecantikan penuh didedikasikan untuk merchandise Pokémon edisi khusus. Pengalamannya lucu, dan dieksekusi dengan baik. Aku juga pergi ke lokasi kedua yang punya display musiman besar, tapi sepertinya yang paling oke untuk acara ini di bulan Mei ya di tempat ini!

Rasanya selalu ada pop-up event, bahkan di tengah minggu pada siang hari. Hari ini aku menemukan event kuku palsu yang diadakan perusahaan yang khusus memakai kecerdasan buatan untuk mendesain stiker kuku dan kuku tempel. Aku memilih bentuk set kuku dengan biaya murah, lalu melihat printer mencetak desainnya langsung di sana. Buatku ini sangat Hongdae, berisik, muda, berfokus pada penampilan, ramai, dan susah dilupakan. Banyak perempuan yang menikmati event ini!

Ada mesin vending untuk segala hal yang imut, dari mainan sampai bunga segar. Ini bukan hal unik di Hongdae, tapi mungkin lebih sering terlihat di sini.
Pilihan makanan dan minumnya beragam, tapi bayangkan lebih ke suasana kota kampus atau distrik universitas dengan target keramaian seperti itu. Ini jadi nilai plus besar untuk minimarket, salah satunya punya satu dinding penuh mi instan cup yang ditata dari dinding sampai langit-langit dengan pilihan yang enak-enak. Wajib suka!

Aku baca banyak orang datang untuk busking dan tampil di sini, tapi selama beberapa jam aku di sana, aku tidak melihat lebih dari satu musisi solo.
Toilet bisa agak susah ditemukan, tapi kamu bisa pakai aplikasi untuk mencari toilet umum. Tapi siap-siap ya, biasanya penuh antrean dan kotor karena sering dipakai.
Catatan kecil: sejauh ini aku merasa budaya dan orang Korea cukup sopan, berusaha menjaga interaksi tetap tenang kalau memungkinkan, dan tidak menyoroti kekurangan orang lain. Tapi aku harus bilang, satu-satunya orang yang tidak sopan yang kutemui sejauh ini, yang merupakan orang asing, terutama yang sedang bekerja saat aku jadi pelanggan, justru anak muda di sini. Satu-satunya tempat sejauh ini aku ketemu tipe “Mean Girls” di siang hari, tanpa sebab.
Untuk belanja, harganya ternyata mirip dengan area perkotaan pusat Seoul lainnya. Banyak sekali yang bisa dibeli, tapi lebih menyasar generasi termuda atau fashion yang lebih terjangkau untuk turis.
Benar-benar layak untuk dijelajahi!


