logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo

Tiga hari penuh pesona Korea sambil mengunjungi tempat-tempat klasik

user profile image
MiO37
3 days ago

Penasaran dengan rencana perjalanan MiO37?

region image
Seoul 2-day Trip2 Days
Coba kenakan Hanbok di Istana Gyeongbok. Masuklah ke pemandangan Korea yang selalu ingin kamu lihat
Gambar editor teks
Kali ini di Korea, ini adalah perjalanan pertamaku ke Seoul, jadi kami fokus ke spot klasik yang wajib dikunjungi.
Aku merencanakannya dengan mindset, “Yuk nikmati yang paling esensial dulu!”, dan ternyata itu pilihan yang tepat. Ke mana pun kami pergi rasanya sangat Korea, dan meski itinerary-nya singkat, kami tetap bisa menikmati banyak hal.
Tempat pertama yang kami tuju adalah Istana Gyeongbok. Tempat ini terkenal sebagai destinasi klasik saat jalan-jalan ke Korea, tapi saat benar-benar datang, ternyata jauh lebih mengesankan daripada yang terlihat di foto.
Begitu kami melewati gerbang, suasananya langsung berubah total, detail warna-warni dan area yang luas bikin takjub dengan cara yang menyenangkan. Pemandangan yang sering kulihat di drama Korea terbentang tepat di depan mata, itu salah satu momen yang bikin aku berpikir, “Aku benar-benar ada di Korea.”
Karena sudah sampai sini, kami juga sekalian menyewa Hanbok. Kali ini kami memakai “Hanboknam Cabang Istana Gyeongbok”.
Pilihan Hanbok-nya luar biasa banyak, dari yang simpel sampai desain yang glamor. Semuanya lucu, bahkan proses memilihnya pun seru banget.
Stafnya sangat berpengalaman, jadi proses berganti pakaian cepat dan lancar. Mereka juga menata rambut ringan, yang langsung bikin aku masuk ke mode liburan sepenuhnya.
Di Istana Gyeongbok, banyak orang memakai Hanbok, jadi enak dinikmati tanpa merasa canggung. Bahkan sekadar foto-foto saja sudah jadi kenangan yang bagus.
Tapi memang, kamu akan lebih banyak jalan dari yang dibayangkan. Mataharinya juga sangat terik, jadi kalau pergi di musim panas, menurutku membawa minuman dan payung anti-UV akan membantu. Hanbok juga agak lebih sulit dipakai bergerak dibanding baju sehari-hari, jadi sebaiknya pakai sepatu yang nyaman untuk jalan.
London Bagel Museum Cabang Anguk sangat populer. Ambil nomor antrean dulu, lalu jalan-jalan di sekitar
Gambar editor teks
Salah satu tempat yang paling ingin aku kunjungi di Korea adalah “London Bagel Museum Cabang Anguk.”
Ini toko bagel populer yang sering muncul di media sosial, dan ternyata lebih ramai dari yang kubayangkan.
Kami tiba di awal siang, dan antreannya sudah sekitar 2 jam. Begitu melihat barisan, kami langsung berpikir, “Oke, ini terlalu populer…!”
Tapi mereka punya sistem ambil tiket nomor antrean di depan, jadi kami mendaftar dulu, lalu memutuskan untuk jalan-jalan di sekitar area.
Area Anguk punya jalanan super lucu dengan nuansa Hanok, jadi seru meski hanya untuk berjalan santai. Ada banyak toko kecil dan kafe juga, jadi waktu menunggu terasa cepat berlalu.
Akhirnya, sama sekali tidak terasa seperti “nunggu itu buang-buang waktu”, justru kami bisa menikmati eksplorasi area sekitar, jadi semuanya terasa pas.
Kalau kamu mau pergi, aku rekomendasikan datang pagi-pagi, atau ambil nomor antrean dulu lalu jalan-jalan di sekitar.
Interiornya stylish dari sudut mana pun, dan pilihan bagelnya benar-benar banyak. Ada yang manis dan ada juga yang gurih untuk menu makan, jadi memilihnya jujur sulit.
Mereka juga punya area barang dagangan, dan bahkan kemasannya pun lucu, tempat yang bikin kamu pengin foto-foto.
Pengalaman teh herbal di Tea Therapy. Momen tenang dan pelan untuk mengisi ulang energi
Gambar editor teks
Selama perjalanan, aku juga mengunjungi “Tea Therapy”, tempat yang sudah lama membuatku penasaran.
Aku memesan duluan lewat Creatrip. Bisa reservasi dalam bahasa Jepang terasa menenangkan.
Di Tea Therapy, mereka membantu memilihkan teh herbal Korea yang cocok dengan tipe tubuhmu.
Ada sesi konsultasi sederhana dalam bahasa Jepang, lalu berdasarkan itu mereka merekomendasikan teh untukmu, ternyata lebih seru dari yang kupikir.
Aku biasanya tidak terlalu memikirkan tipe tubuh, jadi rasanya segar saat ada yang menjelaskan, “Karena kamu tipe ini, teh ini yang direkomendasikan.”
Saat mendengar “obat herbal”, mungkin kamu membayangkan rasanya agak pahit, tapi saat kucoba, ternyata mudah diminum, dan aromanya menenangkan sekali.
Toko ini sendiri suasananya tenang, cocok untuk istirahat pelan di sela-sela sightseeing.
Korea punya banyak kafe stylish, tapi Tea Therapy terasa seperti “kafe healing”, dan itu sangat membekas bagiku.
Salah satu hal yang paling aku nantikan di Korea adalah makanan pasar.
Kali ini kami mengunjungi yang klasik, Pasar Gwangjang.
Di dalam pasar, energinya luar biasa dan orangnya ramai. Bahkan hanya berjalan-jalan pun, kamu benar-benar bisa merasakan vibes Korea.
Banyak pilihan yang terlihat enak berjajar, seperti hotteok, gimbap, dan fish cake Korea, sampai aku ingin mencoba semuanya.
Makanan pasar relatif terjangkau, jadi aku rekomendasikan berbagi porsi kecil sambil mencicipi dari satu tempat ke tempat lain.
Turis juga banyak, jadi rasanya seperti tempat yang mudah dikunjungi bahkan untuk perjalanan pertama ke Korea.
Beberapa penjual tidak bisa bahasa Jepang, tapi cukup tunjuk menu yang kamu mau dan itu baik-baik saja, jadi menurutku tidak perlu terlalu khawatir.
Ini membuatku sadar, pasar Korea bukan cuma soal makan, suasananya secara keseluruhan yang bikin seru.
Ganjang gejang di Myeongdong. Nikmati makan malam, lalu lanjut belanja malam juga
Gambar editor teks
Malamnya, kami pindah ke Myeongdong dan makan malam di “Odarijip Ganjang gejang.”
Ganjang gejang adalah makanan yang sejak dulu ingin sekali kucoba setidaknya sekali saat traveling ke Korea.
Bumbunya berbasis kecap asin meresap dalam, dan cocok banget dimakan dengan nasi.
Lauk pendampingnya juga banyak, jadi benar-benar terasa seperti menikmati hidangan gaya Korea.
Karena ini kepiting mentah, aku sempat agak gugup, tapi sama sekali tidak amis dan sangat mudah dimakan.
Akhirnya jadi salah satu makan paling berkesan sepanjang perjalanan.
Setelah makan malam, kami hanya jalan-jalan di sekitar Myeongdong.
Suasananya tetap ramai bahkan malam hari, area yang seru untuk sekadar dilewati sambil jalan.
Toko kosmetik, toko pakaian, dan kios-kios street food berjajar di mana-mana, jadi kamu pasti tergoda untuk mampir melihat-lihat.
Produk kecantikan Korea punya banyak item edisi terbatas, dan banyak produk yang tidak kamu temukan di Jepang, jadi menurutku ini tempat yang benar-benar menyenangkan untuk siapa pun yang suka belanja.
Hal-hal yang terasa sangat praktis di perjalanan Korea kali ini.
NAVER Map dan WOWPASS sangat direkomendasikan!
Gambar editor teks
Yang paling membantu di perjalanan ini adalah NAVER Map dan WOWPASS.
Aku sempat dengar NAVER Map lebih mudah dipakai di Korea dibanding Google Maps, jadi aku sudah mengunduhnya sebelumnya.
Setelah benar-benar memakainya, aku sangat setuju, memang nyaman banget.
Aplikasinya menampilkan detail seperti perpindahan jalur subway, bahkan nomor pintu keluar, jadi mudah dipahami meski di tempat yang belum pernah kukunjungi.
Kalau kamu mau ke Korea, aku rekomendasikan memasangnya sebelum berangkat.
Dan WOWPASS juga sangat berguna.
Untuk subway, minimarket, kafe, belanja, dan lainnya, kami bisa tanpa uang tunai untuk hampir semuanya, jadi enak tidak perlu membawa banyak uang tunai.
Praktis juga karena bisa isi saldo dengan yen Jepang, jadi lebih mudah mengatur uang selama perjalanan.
Korea benar-benar maju untuk pembayaran cashless, jadi punya WOWPASS membuat semuanya terasa nyaman.
Ternyata keputusan yang tepat untuk memesan A’REX lebih dulu dari bandara ke Stasiun Seoul
Gambar editor teks
Dari bandara menuju Seoul, kami menggunakan A’REX.
Kali ini kami pesan duluan lewat Klook, dan itu membuat kami jauh lebih tenang.
Begitu tiba di Korea, kadang sudah capek hanya karena harus memahami transportasi dan beli tiket, jadi aku senang sekali kami sudah memesan sebelumnya.
Di dalam A’REX bersih, dan ada tempat untuk menaruh koper, jadi nyaman.
Jarak dari Bandara Incheon ke Stasiun Seoul cukup jauh, jadi kalau perpindahan pertama ini lancar, kamu juga jadi lebih rileks.
Kalau ini perjalanan pertamamu ke Korea, aku rekomendasikan memesan terlebih dahulu.
Trip Seoul ini terutama berfokus pada spot klasik, tapi menurutku ini rute yang pas untuk siapa pun yang ingin merasakan banyak hal yang “berasa Korea” dulu.
Memakai Hanbok di Istana Gyeongbok, wisata kuliner keliling pasar, cafe hopping, meski jadwalnya singkat, rasanya tetap padat dan memuaskan.
Setelah benar-benar pergi, aku sadar Seoul memang kota yang sangat mudah untuk ditravel.
Subway-nya mudah digunakan, dan lokasinya dekat dari Jepang, jadi menurutku ini destinasi yang bagus bahkan untuk yang pertama kali bepergian ke luar negeri.
Meski begitu, tempat-tempat populer sering antre panjang, jadi aku rekomendasikan merencanakan dengan waktu yang cukup longgar.
Korea adalah kota yang bahkan hanya dengan berjalan-jalan saja sudah menyenangkan, dan kamu terus menemukan hal baru.
Kalau kamu berpikir, “Aku penasaran soal liburan ke Korea, tapi seperti apa ya?”, aku benar-benar berharap kamu mencobanya setidaknya sekali.