logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo

Kafe bernuansa retro tempat kamu bisa bertemu kucing — ZAMSI

user profile image
ilmicio05
2 days ago
Perjalanan saya ke Korea sebenarnya tidak punya tujuan besar seperti melihat idol favorit atau semacamnya, saya biasanya cuma belanja, cari kafe-kafe lucu, dan menghabiskan waktu seperti biasa.
Suatu kali saya mulai berpikir, “Aku mau pergi ke tempat yang biasa didatangi orang lokal,” dan “Aku mau naik bus,” dari situ saya pelan-pelan belajar membaca bahasa Korea, lalu setelah menonton begitu banyak drama Korea saya juga jadi bisa mengerti percakapan, dan Korea jadi makin seru buat saya.
Akhir-akhir ini saya pergi kira-kira sebulan sekali, dan saya Michiyo, sudah 70+ kali ke Korea.
Saya suka kucing, dan keliling kafe adalah salah satu hobi saya, jadi ini tempat yang sudah sering saya lihat di media sosial dan dari dulu ingin saya kunjungi.
Tapi jarang teman jalan saya yang juga pecinta kucing, dan rasanya susah cari teman yang bisa ikut kecuali mereka sering ke Seoul, jadi saya memutuskan untuk coba pergi sendiri.
Zamsi (잠시)
📍 Lantai 1, 330-32 Cheongpa-ro, Distrik Yongsan, Seoul
Jalan kaki 10 menit dari Pintu Keluar 15 Stasiun Seoul
Jalan kaki 11 menit dari Pintu Keluar 10 Stasiun Sookmyung Women's Univ. Jalur 4
Lokasinya kira-kira di tengah-tengah antara Pintu Keluar 15 Stasiun Seoul dan Pintu Keluar 10 Stasiun Sookmyung Women's Univ.
Kalau naik bus, turun di Garwol-dong di sisi jalan besar.
Kalau berangkat dari Pintu Keluar 15 Stasiun Seoul, turun di Cheongpa-dong.
Saya naik bus yang menurunkan penumpang di sisi jalan besar yang banyak rutenya, jadi kamu akan melewati terowongan di bawah jalan layang, panjang sekali sampai kalau malam mungkin terasa agak menyeramkan.
gambar editor teks
Begitu keluar dari terowongan, kafe yang kamu tuju langsung ada di sana.
gambar editor teks
Seluruh tempatnya punya nuansa retro dan terasa nostalgia, ala zaman dulu.
Entah kenapa mengingatkan saya pada toko baju vintage yang dulu sering saya datangi di Jepang…
Tempat seperti ini rasanya tetap ingin dikunjungi meski tanpa kucing sekalipun.
gambar editor teks
Saya datang pas sekitar jam buka di hari kerja, jadi orang di dalam cuma sedikit dan suasananya tenang.
Mungkin itu jam yang persentase pengunjung asing solo, termasuk saya, memang lebih tinggi?
gambar editor teks
Saya lihat di media sosial katanya ada dua kucing di kafe ini, jadi saya excited sekaligus deg-degan, berharap bisa ketemu mereka.
“Kucing toko”-nya adalah kucing hitam-putih bernama Gumi, dan kucing oren tabby bernama Daeun.
Di ilustrasinya juga ada anjing, tapi kali ini saya tidak sempat melihatnya…
gambar editor teks
Di bagian belakang kafe ada pojok makanan untuk kucing, dan saat itu Gumi sedang makan.
gambar editor teks
Setelah makan, mereka datang ke ruangan ini, jadi saya bisa menikmati waktu satu lawan satu yang berkualitas.
Di rumah saya juga punya kucing, dan saat saya traveling saya titipkan untuk dijaga, jadi saya selalu akhirnya kangen, tempat-tempat kucing seperti ini di Korea jujur sangat menenangkan buat saya.
gambar editor teks
Daeun yang tadi sempat keluar main juga kembali, dan saya beruntung bisa melihat kedua kucingnya bersamaan.
gambar editor teks
Kafe ini punya banyak menu yang stylish dan dibuat dengan detail, tapi setelah ini saya ada janji perawatan lash lift dan waktunya tidak banyak, jadi sayang sekali saya cuma sempat pesan latte yang simpel…
gambar editor teks
Di kunjungan pertama, mungkin karena saya datang tepat setelah jam buka, saya kebetulan bisa ketemu kedua kucingnya dan suasananya enak sekali, tapi karena tidak bisa lama-lama, saya balik lagi di hari lain.
Tapi kali itu saya datang sekitar jam ngeteh, jadi antreannya cukup panjang sampai saya harus memasukkan nama ke waiting list lewat CHATCH TABLE.
gambar editor teks
Mau suasananya sepi seperti kunjungan pertama atau ramai seperti kunjungan kedua, staf di dalam mengurus semuanya sendirian, dari menerima pesanan, menyajikan dessert dan minuman yang cukup rumit, sampai beberes, jadi ya mungkin memang tidak bisa dihindari.
Kebetulan itu juga hari kepulangan kami, dan kami mampir dalam perjalanan ke Stasiun Seoul untuk naik Airport Railroad, jadi sekali lagi bukan hari yang punya banyak waktu…
Tapi semua pelanggan lain terlihat santai, mungkin karena datang untuk kucingnya, atau mungkin memang sedang slow, saya kurang yakin, tapi itu membuat suasananya enak sekali, jadi saya ingin datang lagi dan istirahat yang beneran saat punya waktu lebih banyak.
Kalau kamu bukan pecinta kucing, rasanya ini lebih cocok untuk pengunjung solo atau pasangan.
Memang agak jauh dari area utama yang ramai, tapi kalau kamu suka kucing, toko vintage, atau hal-hal bernuansa retro, saya rasa kamu bakal suka banget tempat ini.