Winter Wandering in Korea 🇰🇷
Angelica San Juan
14 hours ago
Korea (한국) mengejutkanku dengan cara terbaik.
Saya bertemu orang-orang dari negara yang berbeda yang dengan cepat berubah menjadi travel companions. Kami menyambut New Year dengan mengelilingi kota, pergi dari bar ke bar di jalan-jalan yang bercahaya, menghitung mundur bersama orang asing yang terasa seperti teman.

Beberapa malam dihabiskan di neon-lit arcades, tertawa sambil bermain dan melupakan dinginnya di luar. Hari-hari lain lebih dingin—seperti belajar snowboarding di Vivaldi Ski Resort yang merendahkan hati. Salju di mana-mana. confidence tidak ada. Saya terjatuh lebih sering daripada yang bisa saya hitung, tetapi setiap jatuh disertai sorakan, tips dari orang asing, dan perasaan tak tertandingi saat akhirnya meluncur—meskipun hanya beberapa detik. Tangan kedinginan, kaki lelah, dan hati yang terasa sangat penuh.


Tidak semua adventures direncanakan. Di Inwangsan (인왕산), saya tersesat sebelum mencapai puncak. Tidak ada jalur yang jelas (tidak mengecek peta 🫠), hanya pepohonan yang sunyi dan pikiran saya sendiri. Untuk sesaat, kepanikan merayap masuk. Lalu ketenangan mengikuti. Saya akhirnya menemukan jalan—dan pemandangan yang menunggu terasa pantas didapatkan. Terkadang tersesat adalah bagian dari menemukan diri sendiri dan menjadi salah satu memories favorit saya.


Korea (한국) mengajarkan saya bahwa bepergian bukan tentang rencana yang sempurna—melainkan tentang momen, orang-orang, dan stories yang Anda bawa pulang. ✨
Saya tiba sebagai pengunjung.
Saya pulang dengan memories yang terasa seperti rumah.


