Tur Pagi/Malam Istana Deoksugung dengan Pemandu

👍 100% pelanggan merasa puas
Tentang
- Silakan lakukan reservasi setidaknya 3 hari sebelum keberangkatan.
- Jam: Setiap Rabu, Jumat, Minggu
- Tur Pagi: 09:30-11:30 (Waktu Berkumpul: 09:20)
- Tur Malam: 18:30-20:30 (Waktu Berkumpul: 18:20)
- Rute: Gwanghwamun > Heungnyemun > Geunjeongmun > Geunjeongjeon > Sajeongjeon > Gangnyeongjeon > Gyotaejeon > Amisan > Gyeonghoeru > Sujeongjeon
- Durasi Tur: Sekitar 2 jam
- Peserta Tur: 2-20 orang (Tur dapat dibatalkan jika jumlah peserta minimum tidak terpenuhi.)
- Termasuk: Tiket Masuk Istana Deoksugung, Pemandu Bahasa Inggris
- Tidak Termasuk: Makanan, Pengeluaran Pribadi, Asuransi Perjalanan
Mengapa Kami Merekomendasikannya
- Istana Deoksugung memiliki suasana yang benar-benar berbeda di siang hari dan malam hari.
- Istana ini memiliki sejarah yang menyedihkan namun penting dan merupakan bagian signifikan dari Sejarah Modern Korea.
- Istana ini unik dibandingkan Istana Gyeongbukgung, Istana Changdeokgung, dan lainnya karena pengaruh baratnya.

Istana Deoksugung telah berfungsi sebagai istana kerajaan selama 13 tahun. Istana ini menceritakan kisah sedih tentang berakhirnya sejarah Monarki Joseon yang berlangsung 500 tahun dan dimulainya Kekaisaran Korea. Kisah sedih Raja Gojong dan bagaimana pemerintahannya dirampas darinya terus hidup di Istana Deoksugung.
Daehanmun adalah gerbang pertama yang membawa Anda ke Istana Deoksugung. Nama itu dulunya Daeanmun, yang bermakna 'Negara yang damai dan rakyatnya yang damai'. Tur akan dimulai di sini.

Ciri utama Istana Deoksugung adalah banyaknya pengaruh Barat dalam arsitekturnya. Seokjojeon adalah tempat di mana pengaruh itu paling terlihat di istana. Bangunan ini dibangun dengan struktur arsitektur modern yang berasal dari Barat. Awalnya dibuat sebagai ruang untuk peran dan kantor istana, namun digunakan hanya sebagai kantor dan ruang audiensi, dan bentuk aslinya telah rusak seiring waktu.
Junmyeong dalam Junmyeongdang berarti 'pemerintahan yang jernih dan terang'. Junmyeongdang adalah tempat Raja Gojong menerima utusan asing dan digunakan sebagai kamar tidur Raja Gojong sebelum Hamnyeongjeon dibangun.
Jeonggwanheon memiliki perpaduan atap tradisional Korea dan pilar bergaya Barat. Menurut catatan, potret Raja Gojong dan Raja Sunjong dibuat dan disimpan di sini. Pemandu akan menceritakan semua tentang momen terakhir Raja Gojong yang menyedihkan.
Istana Deoksugung berbeda dari istana-istana lain di Seoul, jadi kami sangat menyarankan untuk mengunjungi dan membandingkan perbedaannya! Istana ini juga memiliki kisah sedih yang bisa Anda pelajari lebih lanjut dalam tur berpemandu ini. Pesan tur Anda sekarang untuk mendengar momen-momen terakhir Kekaisaran Korea!
Info Toko
Produk yang dilihat pelanggan lain
Rekomendasi TemaDibuat oleh AI




