Seniman Amerika Daniel Arsham dikenal karena pendekatannya yang unik terhadap seni modern, yang ia sebut sebagai 'Fictional Archaeology'. Pamerannya yang berjudul 'Architecture of Memory' di Perrotin Seoul menampilkan konsep ini melalui patung dan gambar yang membangkitkan artefak kuno, namun menggunakan material yang menunjukkan pelapukan seiring waktu, seperti perunggu dan baja tahan karat. Karya Arsham mengaburkan batas antara masa lalu dan masa depan, mendorong penonton untuk memikirkan kembali nilai suatu objek ketika dipandang sebagai peninggalan sejarah. Setelah meraih ketenaran di kancah seni internasional, Arsham telah berkolaborasi dengan banyak merek mewah, menekankan perpaduan antara seni dan gaya hidup. Karyanya sering kali melibatkan referensi historis dan teknik digital kontemporer, menawarkan perpaduan era yang khas.