Sebuah buku yang baru diterbitkan berjudul 'Kim Dae-Jung's Exile Diary' mengungkapkan catatan harian mantan Presiden Korea Selatan Kim Dae-Jung, yang ditulis selama masa pengasingannya pada awal 1970-an. Buku harian tersebut, yang ditemukan oleh putranya di antara barang-barangnya, berisi kritik tajam terhadap kecenderungan otoriter Korea Utara dan mencerminkan perjuangan pro-demokrasi Korea Selatan selama era Konstitusi Yushin. Catatan tersebut juga menunjukkan refleksi internal DJ tentang Perang Vietnam, serta perasaannya sebagai simbol harapan bagi warga Korea yang merindukan demokrasi. Buku harian ini merupakan sumber sejarah yang penting, namun juga menimbulkan pertanyaan tentang keputusan politik DJ di kemudian hari.