Di sebuah gang yang tenang di Haeundae, Busan, terdapat sebuah tempat pembuatan bir unik bernama 'Gidarim', yang dipimpin oleh Jo Taeyeong. Terinspirasi oleh bunga camellia, bunga kota Busan, 'Gidarim' menekankan kesabaran dibanding kecepatan, dengan proses pembuatan makgeolli—anggur beras tradisional Korea—yang memakan waktu minimal 240 jam. Produksi harian dibatasi hanya 1.000 botol tanpa bahan tambahan. Jo, yang pernah menimba ilmu di luar negeri, kembali ke Busan untuk menciptakan makgeolli yang merangkum budaya dan seni lokal. Makgeolli dari brewery ini telah menarik perhatian dunia, dan mulai diekspor ke Jepang serta Amerika Serikat. Pengunjung dapat menikmati lokakarya koktail makgeolli, memadukan dedikasi Jo dan esensi budaya dalam setiap tegukan.