Selama Pemberontakan Gwangju pada Mei 1980 di Korea Selatan, warga, termasuk siswa sekolah menengah seperti Park Geum-hee, berpartisipasi dalam tindakan solidaritas tanpa pamrih untuk membantu yang terluka di tengah penindasan militer. Park, seorang siswa dari Jeonnam Girls' Commercial High School, ditembak oleh pasukan darurat militer setelah mendonorkan darah di Gwangju Christian Hospital. Kematian Park melambangkan semangat pengorbanan dan persatuan di antara rakyat Gwangju. Rumah sakit seperti Gwangju Christian Hospital dan Gwangju Red Cross Hospital yang kini telah tutup menjadi tempat penting kerja sama medis dan sipil. Staf medis dan warga bersatu untuk membantu yang terluka, meskipun kekurangan persediaan, dan menghadapi ancaman terus menerus dari militer. Masa ini menyoroti upaya keberanian individu yang mempertaruhkan nyawa mereka demi menyelamatkan orang lain selama penindasan brutal terhadap gerakan pro-demokrasi.