Di Korea Selatan, terdapat tren yang semakin berkembang untuk merilis kembali produk makanan populer yang telah dihentikan dari tahun 1960-an hingga 1990-an, yang menarik rasa nostalgia konsumen. Dikenal sebagai 'nostalgia marketing', tren ini meluas tidak hanya pada konten tetapi juga ke industri F&B, ketika merek-merek seperti Lotte Wellfood dan Nongshim menghadirkan kembali produk-produk kesayangan seperti es krim 'Daerong Daerong' dan 'Nongshim Ramyeon'. Contoh lainnya termasuk 'Mint Choco Cookie' dari Subway dan 'Whole Mozza Whopper' dari Burger King. Gerakan ini, yang didorong oleh keterikatan emosional dan kenangan konsumen, menawarkan generasi yang lebih tua rasa nostalgia serta pengalaman budaya baru bagi generasi muda. Strategi ini memanfaatkan rasa dan kualitas yang sudah terverifikasi, memberikan pilihan yang dapat diandalkan bagi konsumen di masa penurunan ekonomi, sekaligus memuaskan kerinduan mereka akan nostalgia dan keinginan terhadap cita rasa yang familiar.