Tantangan dalam Industri K-Content Akibat Meningkatnya Biaya Produksi
Creatrip Team
a year ago
Industri konten Korea, yang dikenal karena mendorong Hallyu (Gelombang Korea), menghadapi tantangan keuangan. Lebih dari setengah perusahaan produksi film dan drama yang terdaftar di pasar saham Korea melaporkan kerugian operasional tahun lalu akibat melonjaknya biaya produksi. Jumlah film dan drama yang diproduksi telah turun lebih dari 20%. Faktor signifikan adalah biaya aktor yang melambung tinggi, dengan aktor utama mendapatkan sekitar 80 miliar won untuk seri yang populer. Situasi ini muncul sebagian akibat pengaruh Netflix, karena masuknya mereka ke pasar Korea meningkatkan permintaan dan biaya produksi. Namun, Netflix baru-baru ini mengurangi margin keuntungan untuk produser, mendorong industri ke dalam kesulitan lebih lanjut. Ketergantungan pada satu platform juga mengancam keragaman dan keberlanjutan konten. Industri ini sedang mempertimbangkan lebih banyak saluran film dan drama independen untuk mengurangi biaya dan mendiversifikasi penawaran.