Sake, minuman beras tradisional Jepang, semakin populer di Korea. Secara historis dianggap sebagai jenis 'jeongjong' di Korea, sake sekarang menunjukkan karakteristik uniknya dengan nama-nama seperti 'junmai daiginjo', 'ginjo', dan 'namazake'. Peningkatan popularitas ini dipicu oleh media sosial dan minat terhadap budaya Jepang, dengan banyak bar sake bermunculan di sekitar Seoul. Sake sangat cocok dengan hidangan Korea seperti hansik, yang mengarah pada penambahannya dalam pasangan restoran kelas atas. Tren ini merupakan bagian dari pergeseran yang lebih luas, dengan semakin banyak orang menghargai rasa halus dan nuansa budaya dari sake, yang dilihat sebagai alternatif untuk anggur dan wiski dalam pengalaman bersantap mewah. Peningkatan konsumsi ini juga terkait dengan kecintaan generasi MZ Korea terhadap pengalaman budaya dan barang-barang yang dirancang secara unik.