Dampak perubahan iklim sedang membentuk tren ritel musiman di Korea Selatan. Musim semi dan gugur yang lebih pendek telah mengakibatkan penurunan penjualan pakaian musim semi, sementara permintaan untuk peralatan musim panas meningkat pesat. Toko serba ada menghadapi tantangan, seperti yang terlihat dari angka penjualan yang stagnan dalam kategori mode musim semi. Sementara itu, pengecer peralatan seperti Hi-Mart mengalami lonjakan, dengan penjualan pendingin udara meningkat secara signifikan akibat prakiraan gelombang panas yang lebih awal. Industri ini merespons dengan menyesuaikan strategi, dengan perusahaan membentuk tim kerja dan meningkatkan ketersediaan produk musim panas.