Rabat, ibu kota Maroko, telah ditetapkan sebagai Ibu Kota Buku Dunia untuk tahun 2026 oleh UNESCO. Gelar ini diberikan setiap tahun kepada kota-kota yang berkontribusi signifikan dalam peningkatan literasi, pertumbuhan industri penerbitan, dan ekspansi budaya membaca. Rabat diakui karena memodernisasi perpustakaan umumnya, mempromosikan membaca di kalangan pemuda, dan menerapkan program literasi berbasis komunitas. Sebagai perayaan, Rabat akan menawarkan berbagai acara budaya yang menggabungkan buku dan perjalanan. Incheon di Korea Selatan sebelumnya dipilih sebagai Ibu Kota Buku Dunia Asia pertama pada tahun 2015, berhasil menyelenggarakan pameran buku berorientasi warga dan inisiatif untuk memperluas budaya membaca.