Akhir musim panas di Korea menghadirkan hamparan karpet ungu yang mencolok dari bunga maekmundong (Ophiopogon japonicus) yang menyelimuti jalur-jalur hutan teduh. Di “Hutan Seongbak” di Seongju, Gyeongbuk, rumpun pohon willow kerajaan (wangbeodeul) berusia 300–500 tahun—yang ditetapkan sebagai Monumen Alam No. 403—menawarkan suasana sejuk dan berlumut dengan hamparan maekmundong yang tumbuh rendah, yang akarnya digunakan sebagai obat herbal tradisional. Di Yeongcheon, Hutan Alam Uroji memiliki jalur metasequoia sepanjang 560 m yang dinaungi pepohonan tinggi dengan tepian maekmundong, jalur jalan tanpa alas kaki, serta lampu malam LED; di dekatnya, waduk Uroji memiliki cerita rakyat tentang seekor sapi yang menangis. Hutan kuno Ori-jangrim di Hwabuk-myeon dan bulevar metasequoia di Institut Penelitian Hutan Jeonnam–Gwangju di Naju juga menampilkan bentangan panjang bunga ungu di bawah pepohonan menjulang, dengan desa-desa bersejarah di sekitar serta penanaman taman bergaya Eropa yang menawarkan lokasi-lokasi menarik untuk berfoto.