logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
FlagFillIconNow In Korea
Bagaimana Kebiasaan Mewah Berubah Sepanjang Hidup: Dari Tas LV Anak-anak hingga Perhiasan Abadi
user profile image
Creatrip Team
18 days ago
news feed thumbnail
Lisa Kim merefleksikan bagaimana konsumsi barang mewah berkembang seiring bertambahnya usia di kalangan orang tua dan konsumen AS yang makmur. Remaja cenderung menyukai barang yang mencolok dan mudah dikenali melalui kode merek (misalnya monogram Louis Vuitton, Gucci GG) untuk menunjukkan status; orang dewasa muda menargetkan tas “signature” sebagai pembelian besar pertama. Memasuki usia 30–40-an, pembeli beralih ke item ikonik (Chanel flap, Dior Lady Dior, Hermès Birkin/Kelly) yang mengekspresikan citra dan posisi sosial, lalu kemudian memperluas pembelian ke sepatu, pakaian, jam tangan, dan perhiasan. Menjelang akhir usia 40-an hingga 50-an, banyak kolektor mengejar item yang lebih langka atau melengkapi koleksi merek; prioritas pun bergeser dari logo ke material, kenyamanan, desain yang tak lekang waktu, dan makna personal. Kim berpendapat kemewahan sejati adalah menggunakan dan menikmati barang dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar memamerkannya, serta mendorong pemilik untuk memakainya dan menciptakan kenangan bersama barang-barang tersebut. (Rochester: sebuah kota di Michigan; Birkin/Kelly: tas ikonik Hermès)
Suka informasinya?

LoadingIcon