Hotel di Korea Menyeimbangkan Robot untuk Tugas Rutin dan Manusia untuk Keramahan
Creatrip Team
23 days ago
Hotel-hotel Korea Selatan mengadopsi alat digital seperti robot, AI, dan kios pada tingkat yang berbeda-beda—sebagian mengotomatiskan check-in dan pengantaran, sementara yang lain mempertahankan layanan tatap muka sebagai penawaran inti. Jaringan seperti Lotte dan Hanwha menerjunkan robot pengantar dan robot pendukung untuk linen, piring, serta permintaan barang kamar guna mengurangi beban kerja staf; data global menunjukkan robot perhotelan berkembang dan banyak pelancong lebih menyukai check-in tanpa kontak. Properti mewah seperti Four Seasons Seoul dan The Shilla (조선호텔) memprioritaskan interaksi manusia dan menghindari robot yang berhadapan langsung dengan tamu, dengan mempertahankan layanan personal seperti butler secara tatap muka. Banyak hotel menarik garis tegas: tugas yang terstandarisasi dan repetitif (misalnya mengantarkan air minum kemasan atau handuk) dapat diotomatisasi, sementara keramahtamahan yang menjadi identitas serta penanganan preferensi tamu atau situasi tak terduga tetap menjadi tanggung jawab manusia. Para ahli menyarankan penetapan peran bagi teknologi dan staf untuk meningkatkan pengalaman tamu, serta memperingatkan bahwa mengganti orang semata-mata untuk memangkas biaya dapat menjadi bumerang. (handuk = 수건)