Han Ju-yeon, seorang pelopor edukator museum di Korea sekaligus ketua yang akan mengakhiri masa jabatannya di Museum Education Research Association, berpendapat bahwa kunjungan museum modern berlangsung terburu-buru—pengunjung sering kali hanya menghabiskan beberapa detik untuk tiap karya seni—sehingga museum perlu mendorong cara melihat yang lebih lambat dan mendalam.
Setelah memulai karier sebagai kurator pada akhir 1990-an dan kemudian menjadi edukator di Samsung Foundation, Han mengembangkan program docent, pelatihan relawan, serta inisiatif pendidikan publik di seluruh negeri. Ia turut mendirikan sebuah asosiasi riset untuk memperkuat keterampilan para edukator, meninjau ulang label museum (teks penjelasan), dan menggeser peran docent dari pemberi ceramah menjadi pendamping yang mengundang pengunjung untuk mengamati, mengajukan pertanyaan, dan berefleksi.
Han mengusung program “slow looking”—misalnya menghabiskan satu jam dengan satu lukisan, kegiatan museum yang berorientasi komunitas, dan acara “Slow Art Day”—yang memprioritaskan pengalaman ketimbang kecepatan dan tontonan. Saat ia pensiun dari Leeum Museum setelah 27 tahun, ia berharap museum menjadi berakar di komunitasnya serta menumbuhkan relawan dan audiens di masa depan. (docent: pemandu relawan terlatih)