Ketika liburan Seollal (Tahun Baru Imlek) dimulai, banyak orang di Korea merasakan campuran emosi tentang perayaan tradisional. Sementara 32,7% orang menantikan Seollal, yang lain merasa terbebani oleh biaya persiapan, kewajiban keluarga, dan stres. Sebuah survei mengungkapkan bahwa 58,4% menyebutkan biaya hadiah dan makanan sebagai perhatian utama, diikuti oleh kelelahan pasca-liburan sebesar 43,1%. Masyarakat Korea modern, yang ditandai dengan peningkatan jumlah rumah tangga satu orang dan struktur keluarga yang beragam, menantang praktik tradisional. Banyak yang menginginkan pertanyaan dari kerabat yang kurang mengganggu dan pengurangan makanan upacara yang rumit sebagai bagian dari perayaan. Para ahli menyarankan untuk mengubah adat istiadat ini untuk mengurangi beban dan mendorong interaksi keluarga yang lebih bermakna selama liburan.