Now In Korea
Industri Mie Korea di Luar Ramyeon: Seorang Ahli 33 Tahun tentang Mie TradisionalCreatrip Team
20 days ago
Pada sebuah media day di Insa-dong yang menampilkan hidangan mi musim panas—memil naengmyeon (mi dingin soba), Naengmyeon Pyongyang, ganjaemi hoe naengmyeon, udon dingin, soba dingin, kongguksu (mi susu kedelai), dan janchi guksu—disorot meningkatnya mi beku yang mampu menghadirkan tekstur setara kualitas restoran.
Jeong Se-jang, pendiri Myeonsarang dengan pengalaman 33 tahun di bisnis mi, menyamakan manufaktur makanan dengan bertani: perawatan yang konsisten di lokasi dan perbaikan harian menciptakan produk yang hebat. Ia secara pribadi mengawasi pabrik di Jincheon setiap pekan, mencicipi dan merevisi resep; salah satu kuah dongchimi telah diperbarui 53 kali sejak 2005. Kemajuan dalam pembekuan cepat dan teknik pembuatan mi kini memungkinkan mi beku mempertahankan gigitan seperti baru dimasak.
Jeong menekankan bahwa “mi yang baik” berarti keseluruhan hidangan—mi, saus, kuah, dan topping—harus bekerja bersama; Myeonsarang mengembangkan saus dan topping secara internal untuk menangkap pengetahuan dan keahlian. Ia menghargai mi kering (gyeonmyeon) karena proses produksinya yang menuntut, yang memerlukan kontrol suhu dan kelembapan yang presisi lintas musim. Setelah mempelajari udon, soba, dan ramen di Jepang, ia meyakini pasar mi Korea masih didominasi oleh ramyeon (mi instan), sementara mi tradisional seperti naengmyeon dan kalguksu masih memiliki ruang untuk berkembang. Seiring permintaan konsumen akan kepraktisan, rasa setara restoran, dan pilihan yang lebih sehat, Jeong memperkirakan mi tradisional Korea akan meluas di dalam negeri maupun internasional sebagai bagian dari pengalaman K-food yang lebih luas.
Suka informasinya?