logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
FlagFillIconNow In Korea
“Aku Akan Melaut dan Menyaksikan Pembebasan Tanah Airku”
user profile image
Creatrip Team
19 days ago
news feed thumbnail
Seorang pelancong mengunjungi Desa Naeap di Andong dan Taman Wolyeong untuk melihat lokasi-lokasi yang terkait dengan aktivis kemerdekaan Kim Dongsam (一松). Lahir pada 1878 di wilayah yang kini bernama Naeap-gil, penanda tempat kelahirannya dan plakat dipasang di 7-7 Naeap-gil. Artikel tersebut mencatat banyak perubahan nama tempat dari Sino-Korea ke Korea asli (misalnya, 천전리 → Desa Naeap) serta menjelaskan sejarah lokal: Naeap melahirkan lebih dari 20 aktivis kemerdekaan, dengan banyak warga desa melarikan diri ke Manchuria. Rumah tua “Baekhaguryo” (白下舊廬) milik Kim Daerak berfungsi sebagai ruang kelas bagi Sekolah Hyupdong (협동학교) selama tiga tahun pada 1907, yang mempromosikan pendidikan modern dan reformasi, namun menghadapi penentangan kuat dari kalangan Konfusian konservatif (유림). Kim Dongsam kemudian beraktivitas di Manchuria, ditangkap setelah memasuki Harbin menyusul Insiden Manchuria 1931, dan meninggal di penjara pada 1937; wasiat terakhirnya—agar jasadnya dikremasi dan abunya dihanyutkan di sungai supaya rohnya dapat mengawasi pembebasan bangsa—diukir pada sebuah memorial di Taman Wolyeong di Bendungan Andong. Di dekatnya terdapat monumen-monumen, termasuk memorial Gerakan 3.1 dan sebuah batu yang diukir dengan puisi “Gwangya” karya penyair Yi Yuksa (nama pena 이육사; nama lahir Yi Wonrok), yang mengingatkan pengunjung pada semangat perlawanan setempat. Meski cuaca panas dan lembap, kunjungan itu terasa berharga dan penulis berencana kembali untuk menghormati lokasi-lokasi para martir lainnya.
Suka informasinya?

LoadingIcon