Tidur Terlambat Meningkatkan Gula Darah dan Risiko Obesitas pada Remaja
Creatrip Team
21 days ago
Sebuah studi Universitas Kopenhagen melacak 206 remaja berusia 18 tahun selama dua minggu dan menemukan bahwa setiap tambahan satu jam tidur membuat kadar gula darah lebih stabil serta mengurangi fluktuasi glukosa harian. Fluktuasi glukosa yang besar dapat memicu peradangan dan meningkatkan risiko obesitas serta diabetes tipe 2. Para peneliti juga mencatat adanya kenaikan rata-rata kecil (0,39 mg/dL) pada glukosa rata-rata seiring durasi tidur yang lebih panjang, namun menyatakan bahwa tidur yang cukup kemungkinan mengurangi keinginan mengonsumsi gula dan secara keseluruhan menstabilkan metabolisme. Para ilmuwan menekankan bahwa perubahan kebiasaan sederhana seperti tidur lebih awal dapat berdampak positif pada kesehatan metabolik, bahkan pada akhir masa remaja.