119 Tahun Sebuah Gereja Korea Terpencil: Kisah Gereja Bonghwa Cheokgok
Creatrip Team
25 days ago
Sebuah gereja kecil di pegunungan di Bonghwa, Provinsi Gyeongsang Utara, yang hanya memiliki 29 jemaat termasuk para pelajar, telah menerbitkan sebuah buku yang mendokumentasikan sejarahnya selama 119 tahun. Berjudul “The 119-Year Story of Bonghwa Cheokgok Church” dan ditulis oleh cendekiawan sejarah gereja Im Hee-guk, buku tersebut menelusuri pendirian gereja pada 1907 setelah Perjanjian Eulsa oleh orang-orang percaya Korea seperti Kim Jong-suk (1874–1956), yang kembali ke desa pihak ibunya dan, tanpa misionaris asing, membantu mendirikan gereja serta sebuah sekolah setempat (Myeongdong Seosuk).
Selama beberapa dekade, gereja itu menjadi pusat lokal bagi kelompok belajar pemuda (myeollyehoe) dan kegiatan-kegiatan nasionalis; kini gereja tersebut menggelar konser musik tahunan “National Humiliation Remembrance Day” pada 29 Agustus. Kelangsungan gereja dan pelestarian warisannya dipimpin oleh cucu Kim Jong-suk, Kim Young-seong, yang kembali pada 2003, memulihkan dokumen dan artefak, serta membantu memastikan gereja tersebut ditetapkan sebagai Registered Modern Cultural Property pada 2006.
Buku itu memperluas fokusnya dengan memasukkan sejarah gereja regional dan aktivitas misionaris Amerika di Korea. Secara tidak lazim, jemaat menerbitkan sejarah tersebut untuk dijual kepada publik—mendanai proyek itu sebagian dengan uang yang semula dikumpulkan untuk membangun rumah pastur—dengan harapan buku tersebut akan dibaca luas, bukan sekadar disimpan di rak.