Para pakar mendesak kehati-hatian terhadap AI, menyerukan sertifikasi aksesibilitas untuk mendukung pariwisata bebas hambatan
Creatrip Team
a month ago
Dalam sebuah seminar pada 30 Juni di Seoul bertajuk “Tourism for All, AI Opens an Era of Travel,” para akademisi dan pejabat pariwisata Korea memperingatkan bahwa AI dan teknologi digital saja tidak dapat menjamin pariwisata bebas hambatan. Meski teknologi seperti rekomendasi perjalanan berbasis AI, robot pemandu, kursi roda otonom, dan kacamata pintar AI dapat meningkatkan kenyamanan, para pakar mengingatkan bahaya “optimisme teknologi” yang mengabaikan kebutuhan individu. Sebagai contoh, kios dapat membantu penyandang disabilitas pendengaran, tetapi dapat menghambat sebagian pengguna tunanetra.
Para panelis menegaskan bahwa pariwisata yang benar-benar inklusif memerlukan jaring pengaman dari pemerintah, sistem sertifikasi bertahap, dukungan finansial bagi penyedia kecil, serta pedoman yang jelas untuk penggunaan teknologi. Usulan sertifikasi pariwisata bebas hambatan (인증제) akan memverifikasi lokasi yang aksesibel dan informasi yang tepercaya, tetapi perlu diterapkan secara bertahap agar sesuai dengan konteks Korea dan menghindari pembebanan berlebihan pada usaha kecil. Para pejabat mengatakan mereka akan mempertimbangkan rekomendasi akademis ini saat menyusun kebijakan untuk mempromosikan “pariwisata untuk semua.”