Para seniman memprotes pengangkatan berdasarkan 'kroni, selebritas, dan parasut', mengatakan pemerintah telah menghina mereka
Creatrip Team
18 days ago
Sekitar 160 seniman berkumpul di Daehak-ro, Seoul, dalam acara “Town Hall Meeting: Voices of Artists” selama empat jam untuk mengecam penunjukan terbaru pimpinan seni publik yang mereka sebut sebagai “bencana penunjukan.” Para pembicara mengkritik Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata karena menunjuk kepala lembaga seni nasional—menggambarkan pilihan tersebut sebagai “bo-eun” (patronase), “selebriti,” dan “parachute” (orang luar politik yang ditempatkan ke jabatan)—serta menyatakan proses itu mempermalukan seniman yang bekerja dengan mengabaikan keahlian dan transparansi.
Pertemuan tersebut berawal dari sebuah pernyataan yang ditandatangani 748 orang dan mencakup pemaparan mengenai survei terhadap 120 orang, di mana kualitas yang paling diinginkan untuk pemimpin seni publik adalah pemahaman bidang dan komunikasi (55,6%), keahlian profesional dan visi (36,8%), serta pemahaman tentang keberlanjutan ekosistem (29,1%). Penyelenggara juga mengatakan mereka mengundang para menteri dan kepala yang baru ditunjuk untuk mendengarkan, tetapi tidak menerima tanggapan substantif. Para peserta berikrar untuk menjaga forum publik tersebut tetap berjalan guna membela nilai dan martabat kerja seni.