Banyak merek mengiklankan sensasi sejuk instan dan klaim seperti “menurunkan suhu yang dirasakan sebesar 3°C” untuk pakaian berpendingin (냉감 의류). Namun, tidak semua produk memiliki performa yang sama: sebagian menggunakan serat fungsional yang benar-benar bekerja, sementara yang lain sekadar kain yang tipis. Ukuran kunci yang perlu diperhatikan adalah Q-max, yang menilai efek dingin saat kontak berdasarkan seberapa cepat kain menarik panas dari kulit—semakin tinggi Q-max, semakin kuat efek dinginnya.
Bahan juga berpengaruh: serat fungsional berbasis nilon atau polietilena serta benang khusus dengan konduktivitas termal tinggi sering kali memberikan sensasi sejuk yang lebih baik dibanding 100% katun. Pilih sesuai penggunaan: bahan yang lebih “breathable” cocok untuk perjalanan pergi-pulang kerja dan pemakaian harian, sementara olahraga luar ruang memerlukan tambahan perlindungan UV (자외선 차단) untuk mencegah kerusakan kulit.
Periksa juga ketahanan terhadap pencucian—efek dingin dapat memudar pada produk murah, sedangkan perlakuan fungsional pada tingkat benang bertahan lebih lama. Para ahli merekomendasikan meninjau laporan uji atau sertifikasi (misalnya, KATRI) serta memprioritaskan bahan dan spesifikasi fungsional dibanding frasa pemasaran.