logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
FlagFillIconNow In Korea
Dari Samgyetang Tradisional hingga Sentuhan Kekinian: Bagaimana Orang Korea Merayakan Boknal
user profile image
Creatrip Team
a month ago
news feed thumbnail
Saat Boknal (hari-hari terpanas di musim panas) mendekat—15 Juli, 25 Juli, dan 14 Agustus—orang Korea mengubah cara mereka menjalankan tradisi bokdalim (memakan makanan bergizi untuk memulihkan energi). Jika dahulu didominasi bosintang (sup daging anjing), Boknal modern kini berpusat pada samgyetang (sup ayam ginseng), sebuah pergeseran yang dipercepat sejak 1960-an dan makin cepat setelah 1990-an akibat berubahnya sikap terhadap daging anjing serta promosi samgyetang oleh media. Kini konsumen muda menjalani Boknal dengan lebih fleksibel, memadukan pola makan berfokus kesehatan dengan cita rasa yang sedang tren dan kepraktisan. Restoran dan merek makanan menawarkan varian samgyetang yang kreatif—samgyetang mala (pedas kebas), samgyetang basil atau truffle, versi panggang “grilled”, serta dessert unik seperti kue beras berbentuk ayam (“samgyebaram tteok”). Penjualan samgyetang siap santap HMR (home meal replacement) meningkat seiring harga semangkuk di restoran mendekati 20.000 won di Seoul. Tidak ada satu cara baku untuk menghabiskan satu porsi samgyetang; ada yang menyarankan merobek paha terlebih dahulu, lalu dada dan merendam beras ketan di kuah, tetapi ada juga yang mengatakan mulai dari dada—keduanya tidak masalah. Tren ini memadukan tradisi, inovasi, dan kepraktisan untuk perayaan Boknal masa kini.
Suka informasinya?

LoadingIcon