Orang Muda Korea 'Mencari' Pasar Antik untuk Menemukan Gaya Unik
Creatrip Team
a month ago
Seni antik dan benda-benda sejarah untuk pemakaian sehari-hari kian populer di kalangan orang Korea usia 20–30-an sebagai cara mengekspresikan selera pribadi. Barang seperti cangkir teh, mangkuk, dan furnitur dikoleksi serta digunakan sebagai elemen interior. Pasar antik Dapsimni di Seoul (답십리 고미술상가), yang dulu merupakan pusat besar yang terbentuk pada 1970-an, kembali menunjukkan geliat baru seiring kios-kios bergaya butik mengadopsi tampilan fotogenik seperti galeri. Toko-toko seperti OF, Gobokhee, dan Hobak Fork Art Gallery memadukan furnitur tradisional Korea dengan perabot bergaya Barat era pertengahan abad, poster modern, atau sepatu kets untuk menciptakan ruang kurasi yang menarik “digger” muda (kolektor). Pameran seperti “Young Antiques” di Art Space Boan1942 menampilkan temuan para kolektor muda, menarik ratusan pengunjung dan berlanjut di venue lain; diskusi terkait dengan topik seperti hanbok pria (pakaian tradisional Korea) dan ornamen juga dijadwalkan. Tren ini mencerminkan minat yang lebih luas di kalangan anak muda untuk menafsirkan ulang benda-benda tradisional agar sesuai dengan gaya hidup kontemporer.