Batu Terukir dan Waktu Tanpa Akhir: Pameran Tunggal Woo Jong-taek di Gallery Kki
Creatrip Team
a month ago
Batu itu bisu, namun menyimpan waktu melampaui skala manusia. Seniman Woo Jong-taek (usia 53) mempersembahkan “Myoyu of Mushigwanggeop”—pameran tunggal di Gallery Kki milik aktor Lee Kwang-ki di Paju, berlangsung dari 26 Juni hingga 2 Agustus.
Dibangun ulang dari pamerannya tahun 2024 di Total Museum, instalasi ini menggunakan batu-batu alam untuk membangkitkan “mushigwanggeop” (istilah Buddhis yang berarti waktu tanpa batas tanpa awal atau akhir) dan “myoyu” (keberadaan halus yang tidak memiliki bentuk konkret namun jelas hadir). Jika karya-karya sebelumnya menggunakan kayu untuk menyiratkan ketegangan hidup dan mati, batu-batu geologis ini menghadirkan waktu yang dalam dan senyap ke dalam galeri, mengundang penonton menghadapi pertanyaan tentang hidup, mati, keberadaan, dan waktu.
Berlatih dalam seni lukis Korea, Woo mengadaptasi teknik tinta tradisional (termasuk metode pribadinya “reflected ink”) serta gagasan filosofis dari lukisan Asia Timur—seperti giun saengdong (ritme vital), ihyeong sashin (menangkap spirit melalui bentuk), dan simwonbeop (kedalaman dan jarak)—ke dalam instalasi kontemporer. Pameran ini menekankan koeksistensi dengan alam dan praktik yang berfokus pada proses, yang menyatukan material dan spirit di dalam ruang.