Now In Korea
Gwangju Art Menghormati 5·18: Mengenang Perlawanan dan Memperluas SolidaritasCreatrip Team
6 days ago
Pada Mei, venue seni utama di Gwangju menghadirkan pameran yang memperingati Pemberontakan Demokrasi 5·18, mengubah duka menjadi kesaksian aktif bagi demokrasi, hak asasi manusia, dan perdamaian. Pusat Kebudayaan Asia Nasional (ACC) menggelar “Devices of Asia,” yang menampilkan karya video eksperimental yang diperluas oleh Jang Min-seung, yang menyilangpotong adegan-adegan Gwangju tahun 1980 dengan jejak masa kini untuk menciptakan pengalaman imersif. Karya-karya ACC lainnya menghubungkan perjuangan masa lalu dan yang masih berlangsung di seluruh Asia—video Hong Jin-hwan memasangkan demokratisasi era 1980-an dengan protes buruh pada era 2000-an, sementara karya seniman Hong Kong dan Taiwan mendokumentasikan aksi pro-demokrasi dan gerakan buruh migran. Pameran tematik “Cosmo Asia People” membingkai ulang 5·18 sebagai seruan untuk nilai-nilai plural dan solidaritas; karya yang disorot mencakup penggambaran rakyat oleh Lee Ungno serta video kolaboratif Profesor Jin Tae-won dan seniman Jeon Ji-in yang menghormati kesaksian timbal balik di antara para pengunjuk rasa yang terpinggirkan. Museum Seni Gwangju menampilkan lukisan-lukisan besar baru karya seniman minjung (rakyat) ternama Kang Yo-bae yang membangkitkan adegan-adegan tegang dari Mei 1980, dan Arsip Gerakan Demokrasi 5·18 menghimpun foto serta video dari jurnalis dan warga untuk menunjukkan bagaimana pemberontakan tersebut telah didokumentasikan dan menolak upaya penghapusan. Pameran foto arsip itu, yang telah ditampilkan secara internasional, bertujuan menghidupkan kembali semangat pemberontakan di tengah krisis demokrasi global. (5·18 merujuk pada Pemberontakan Demokratisasi Gwangju pada 18 Mei 1980.)
Suka informasinya?