Pengecer di Korea Selatan mengadopsi strategi 'reverse shrinkflation', meningkatkan volume produk tanpa menaikkan harga untuk menarik konsumen yang sadar biaya. Tren ini terutama menonjol di toko serba ada seperti GS25, yang telah meningkatkan berat beberapa produk tanpa mengubah harganya. Pengecer besar seperti Emart juga telah menurunkan harga untuk promosi guna mengatasi tekanan inflasi pada konsumen. Strategi ini bertentangan dengan tren 'shrinkflation' sebelumnya, di mana perusahaan mengurangi ukuran produk untuk menjaga profitabilitas di tengah kenaikan biaya. Pemerintah telah mengenakan denda pada perusahaan yang tidak mengungkapkan perubahan ukuran produk, mencerminkan ketidakpuasan konsumen yang semakin meningkat dengan praktik tersebut.