Bagaimana Vietnam Merayakan Tết: Libur Panjang, Makanan Khusus, dan Tradisi Meriah
Creatrip Team
6 months ago
Tết, Tahun Baru Imlek Vietnam, menghadirkan liburan berminggu-minggu (sering 2–3 minggu) karena orang-orang bepergian melintasi panjangnya negara dari utara ke selatan. Banyak toko dan layanan tutup atau memasang pemberitahuan libur, dan harga kafe, taksi, serta pengiriman sering naik 20–30% bagi mereka yang bekerja selama liburan. Kota-kota seperti Ho Chi Minh menjadi luar biasa sepi, dengan jauh lebih sedikit sepeda motor dan kualitas udara yang lebih baik. Makanan tradisional Tết termasuk Bánh Tét (kue ketan silinder yang umum di Ho Chi Minh) dan Bánh Chưng (kue kotak di Hanoi) — beras ketan diisi dengan kacang hijau dan daging babi, dibungkus dengan lá dong (daun dong) dan direbus berjam-jam. Kue-kue ini bisa dibeli di toko, awet, dan dimakan polos, dengan nước mắm (saus ikan), gula, atau digoreng untuk variasi. Hidangan pendamping umum adalah củ kiệu (bawang merah acar), thịt kho trứng (daging babi dan telur kecap), canh khổ qua (sup pare), lạp xưởng (sosis gaya Tionghoa) dan xôi gấc (ketan merah). Pasar juga menampilkan semangka yang diukir rumit — simbol keberuntungan — disusun untuk dipamerkan. Tết mencakup acara meriah seperti tarian singa dan festival bunga, dan orang membeli pernak-pernik bertema zodiak; hewan zodiak Vietnam sedikit berbeda dari Korea (misalnya, kucing menggantikan kelinci). Artikel ini menggambarkan pengalaman Tết seorang pelancong: merencanakan penutupan, menikmati kesunyian festival, mencicipi makanan khas daerah, dan merayakan dengan kebiasaan lokal.