Studi: Meja Charye yang Lebih Sederhana Dulunya Menjadi Normanya
Creatrip Team
6 months ago
Institut Nasional Kebudayaan Konfusianisme Korea mengatakan bahwa charye (upacara penghormatan leluhur pada hari libur) secara tradisional adalah ritual sederhana yang berfokus pada sikap hormat daripada tampilan makanan yang mewah. Meninjau teks klasik, catatan keluarga, dan diary era Joseon, para peneliti menemukan bahwa charye secara historis menggunakan persembahan minimal—alkohol, buah, dan kue beras—tanpa aturan ketat tentang jenis hidangan atau penataan. Praktik modern meja charye yang besar dengan banyak lauk kemungkinan tumbuh ketika charye dan jesa (upacara leluhur) bercampur dan pertemuan keluarga saat hari libur semakin besar. Institut merekomendasikan menyederhanakan charye dengan mengurangi barang upacara seperti buah kesemek kering, kurma Korea, sup, dan ikan awetan, serta menekankan makanan liburan yang dinikmati bersama. Secara terpisah, data pasar Seoul menunjukkan biaya meja charye untuk 6–7 orang naik sekitar 4% dibandingkan tahun sebelumnya, dengan pasar tradisional lebih murah untuk sayuran segar dan daging tetapi supermarket kadang lebih murah untuk barang olahan.