logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
FlagFillIconNow In Korea
Sup Kue Beras (Tteokguk) Berubah dari Ritual Tahun Baru Menjadi Makanan Nyaman Sehari-hari Korea
Creatrip Team
a month ago
news feed thumbnail
Tteokguk, sup kue beras tradisional yang lama diasosiasikan dengan Seollal (Tahun Baru Imlek Korea), telah berkembang dari hidangan ritual yang melambangkan kesucian, umur panjang, dan ikatan kebersamaan menjadi makanan pokok sepanjang tahun di scene kuliner Korea. Variasi regional sangat beragam — Seoul/Gyeonggi menyukai kaldu tulang sapi bening dengan irisan tipis garaetteok (kue beras silinder), gaya Kaesong menggunakan jorongi tteok, daerah pegunungan memakai kaldu ikan kod kering (hwangtae), Gyeongsang mencampur dasar teri/rumput laut dengan hasil laut, Chungcheong membuat ‘naltteokguk’ dari adonan beras ketan rebus, dan Jeolla menampilkan versi berbasis ayam. Saat tteokguk menjadi menu sehari-hari, restoran spesialis menafsirkan ulang dengan teknik tradisional. Tempat makan unggulan: Jinjin Mandu (tteokguk dengan mandu buatan tangan dan piring “eobok jaengban” yang mengenyangkan; terkenal dengan mandu bulat kecil dan kaldu brisket bening), Bangbae-dong Gaeseongjip (mandu buatan tangan gaya Korea Utara dan tteokguk dengan kaldu tulang kaya), Jeongga Hwangtae Haejangguk (tteokguk berbasis ikan kod kering dan sup tukang mabuk), dan Millan Guksu (tteokguk biji perilla dengan bahan lokal dan mie buatan rumah). Bersama-sama mereka menunjukkan bagaimana hidangan yang dulu bersifat perayaan kini menjadi tumpuan baik makan keluarga maupun budaya makan modern di Korea.
Suka informasinya?

LoadingIcon