Now In Korea
'Thud' dari Batu: Ketegangan Terpesona di Mekkah Curling UiseongCreatrip Team
a month ago
Menjelang Olimpiade Musim Dingin, para wartawan mengunjungi Uiseong di Gyeongsang Utara — tempat kelahiran curling Korea — dan Uiseong Curling Center, di mana latihan intens dan bunyi 'thud' tajam dari batu mengisi arena yang tenang. Curling dimainkan di atas lembaran es persegi panjang yang disebut 'sheet', di mana pemain menggeser batu datar menuju target yang disebut 'house', mencetak poin untuk batu yang lebih dekat ke pusat dibandingkan lawan. Penulis mencoba keterampilan dasar bersama tim putri Kabupaten Uiseong: belajar berjalan dengan sepatu khusus (satu sol licin dari Teflon, satunya karet) dan menolak dari 'hack' untuk melepaskan batu — tugas yang ternyata lebih sulit dari yang terlihat. Menonton dari dekat memperlihatkan dinamika curling: rekan setim saling bertukar isyarat mata, skip mengarahkan penyapuan untuk mengontrol kecepatan dan arah, dan satu batu atau sapuan dapat menentukan pertandingan. Kim Su-hyun dari tim Uiseong mengatakan olahraga ini membuat penonton tegang 'sampai setiap batu berhenti,' dan merekomendasikan memperhatikan Team Homan Kanada sebagai rival Olimpiade teratas. Pusat ini menawarkan penonton latihan gratis ketika tidak mengganggu pemain, dan pengunjung bisa menikmati makanan khas lokal seperti samgyetang bawang putih hitam (sup ayam ginseng yang dibuat dengan bawang putih hitam terkenal dari Uiseong). Untuk pengalaman curling yang hidup dan dekat serta mencicipi masakan lokal musim dingin ini, Uiseong direkomendasikan.
Suka informasinya?