Bergelut dengan Kesalahan Digital: Artis Menyampaikan Retakan di Dunia Virtual
Creatrip Team
a month ago
Pameran kelompok Museum Seni Universitas Nasional Seoul “Strolling with Errors” (오류를 거니는 산책자) menampilkan karya 12 seniman yang menyelidiki distorsi dan kecemasan di era digital. Menggunakan glitch, kesalahan pembacaan AI, dan artefak kamera sebagai bahan, para seniman mengubah kegagalan teknis menjadi karya kritis. Ahn Tae-won menyoroti glitch perangkat lunak yang menukar cakar kucing dengan tangan manusia, sementara Bang So-yoon menunjukkan AI yang gagal membedakan masker dari kulit manusia, menciptakan makhluk hibrida. Kim Cheon-su menggunakan “efek jello” (젤로 효과) dari kamera digital untuk melengkungkan gambar apartemen redevelopmen bertingkat, menunjukkan bagaimana redevelopmen perkotaan yang padat dapat menghasilkan distorsi sosial. Lee Eun-sol mengubah pengalaman peretasan SNS nyata menjadi karakter fiksi, “Kimberly,” yang menjadi sosok rentan hanya berupa kepala yang menjadi korban penipuan digital, melambangkan kehidupan kota yang rapuh. Kurator Sim Sang-yong memandang kesalahan bukan sebagai cacat yang harus dihapus tetapi sebagai portal ke yang tak diketahui yang menantang narasi teknologi utopis. Pameran berlangsung hingga 29 Maret.