Tren Kubiak Ubi Manis Menghangatkan New Yorkers sebagai Makanan Terjangkau dan Bergizi
Creatrip Team
2 months ago
Saat musim dingin tiba, ubi jalar panggang Korea (gun-goguma) menarik perhatian internasional karena rasa manis dan lembut serta manfaat kesehatannya. Lama menjadi makanan pokok di Korea saat masa sulit, ubi jalar kaya nutrisi—menyediakan karbohidrat, protein, lemak, serat, vitamin, dan mineral yang seimbang—dan memberi energi pelepasan lambat (indeks glikemik lebih rendah dari nasi atau kentang), manfaat untuk kulit dan sistem kekebalan dari antioksidan seperti karotenoid dan antosianin. Jumlah kalori berbeda menurut cara pengolahan (mentah ~111 kkal/100g, dikukus ~114 kkal, dipanggang ~141 kkal). Tren makanan musiman (“Seasonal Core”) mendorong kafe dan merek di Korea meluncurkan latte ubi, roti, dan makanan penutup berbahan ubi. Di New York, pedagang kaki lima dan pekerja kantor di Midtown menyukai K-goguma sebagai makan siang murah dan mengenyangkan (sekitar $3–5 per buah) di tengah tingginya harga makanan cepat saji. Media sosial dan posting influencer—seperti TikTok viral seorang influencer memasukkan keju ke dalam ubi jalar panggang—membantu mempopulerkan camilan ini di luar negeri.