logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
FlagFillIconNow In Korea
Apakah Suplemen Kalsium Mencegah Osteoporosis?
user profile image
Creatrip Team
7 months ago
news feed thumbnail
Kondisi musim dingin yang dingin meningkatkan jatuh dan patah. Meskipun tidak semua patah disebabkan oleh osteoporosis, orang dengan osteoporosis memiliki tulang yang melemah dan risiko patah yang lebih tinggi—terutama patah pinggul, pergelangan tangan, dan tulang belakang. Patah pinggul sering kali menyebabkan hasil yang buruk, termasuk angka kematian yang tinggi dan hilangnya kemandirian. Osteoporosis tidak bergejala sampai terjadi kehilangan massa tulang atau patah, dan kasus di Korea meningkat pesat dari 2020 hingga 2024. Kesehatan tulang bergantung pada keseimbangan antara osteoklas (sel yang menghancurkan tulang lama) dan osteoblas (sel yang membangun tulang baru). Untuk mencegah osteoporosis, kurangi faktor yang meningkatkan kehilangan tulang—garam berlebih, merokok, alkohol, beberapa obat (seperti steroid), minuman kola, dan kafein—dan dukung osteoblas dengan memastikan asupan nutrisi yang cukup, terutama kalsium dan vitamin D. Namun, sebagian besar kalsium yang dibutuhkan didaur ulang dari tulang, dan pola makan bervariasi (sayuran berdaun hijau, tahu, rumput laut, ikan kecil, produk susu) biasanya sudah mencukupi, sehingga suplemen kalsium rutin sering kali tidak diperlukan. Suplemen tidak otomatis menjadi tulang; osteoblas harus mampu membangun tulang, yang memerlukan gen yang sehat, nutrisi yang cukup, dan aktivasi proses pembentukan tulang. Penulis merekomendasikan gaya hidup “New Start” (rejimen holistik yang mencakup pola makan, olahraga, sinar matahari, air, moderasi, udara bersih, istirahat, dan dukungan sosial) dengan paparan sinar matahari harian (~10 menit) dan olahraga teratur untuk memastikan vitamin D dan pembentukan tulang. Berhati-hatilah terhadap suplemen kalsium berlebihan, yang dapat meningkatkan risiko batu ginjal. Jika terdeteksi densitas tulang rendah, fokuslah pada koreksi kebiasaan berbahaya dan mengadopsi langkah-langkah New Start daripada langsung beralih ke suplemen.
Suka informasinya?

LoadingIcon